Membentuk Guru Ideal di Era Digital

oleh -1.552 views
Membentuk Guru Ideal di Era Digital

BOGOR, Kobrapostonline.com – Mengangkat tema membentuk Guru Ideal di Era Digital, Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 01 dan 02 Kecamatan Nanggung Kabupaten Bogor mengadakan kegiatan Replikasi dan Diseminasi Program Bermutu.

Kegiatan yang diikuti oleh 106 orang guru termasuk Kepala Sekolah dari 14 sekolah itu digelar di gedung SD Negeri Parakanmuncang 02, Sabtu (07/03/2020).

Ketua KKG 02, Ferry M. Firdaus menjelaskan, sesuai dengan hasil diklat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, sekarang itu di khususkan untuk serba digital. Jadi setiap guru diwajibkan mampu menggunakan gadget untuk kegiatan belajar mengajar.

“Ada beberapa materi yang akan di sampaikan, saat ini membahas tentang pecahan. Nanti di gugus masing-masing akan dibahas mengenai Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR) yang bisa digunakan untuk pembelajaran.

“Setiap anak akan diberikan sebuah metode bagaimana caranya membuat VR atau AR, lalu menggunakan HP jadi aminasi itu bisa hidup. Beberapa sekolah mendapatkan BOS Afirmasi yang diperuntukan untuk pembelian gadget. Selain itu cara membuat media pembelajaran dengan aplikasi  khok,” jelasnya.

Membentuk Guru Ideal di Era Digital

Ferry berharap, kedepan dapat memaksimalkan secara penuh pemanfaatan digital. Karena di era digital ini hampir semua manusia setiap harinya menggunakan gadget.

“Kita dapat menggali lebih dalam kebergunaan gadget untuk dunia pendidikan. Namun selama ini karena keterbatasan waktu, ilmu dan mungkin juga kuota, kita belum dapat memanfaatkannya. Contohnya ada aplikasi ruang guru yang dapat membantu meningkatkan ilmu dan pengetahuan kita,” paparnya.

Sementara pemberi materi Muhamad Hendra Hamdi mengatakan, kegiatan kali ini membahas tentang bagaimana mengembangkan kompetensi guru untuk pembelajaran. Salah satunya dengan memberikan materi pelajaran matematika, khususnya pecahan.

“Jika berbicara konsep pecahan, kita pasti berpikirnya absah. Pecahan itu satu perdua, dimana satu perdua itu sekarang diterapkanlah konsep konkret untuk gambar. Jadi kembali lagi konsep si anak itu kedalam penambahan ataupun pengurangan, baik itu perkalian juga menggunakan konsep konkret. Kalau anak itukan sipatnya masih real,” ungkapnya.

Baca juga : KKW Kota Bogor Gandeng GTP Galakkan Peduli Lingkungan

Menjelang era digitalisasi atau industri 4.0, lanjutnya, menuntut guru dan siswa memasuki era tersebut.

“Jangan sampai terpaku dalam teks book. Pengetahuan itu bisa didapat dari internet, jadi guru pun harus mengikuti perkembangan teknologi,” pungkasnya.

Reporter : Andres

Editor : Agus P.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *