Melihat perjalanan teh di Bogor, Sekda Kota Bogor, Syarifah Sofiah didampingi Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Iceu Pujiati dan Camat Bogor Tengah, Dicky Iman Nugraha menangkap potensi tersebut sebagai peluang untuk terus memperkuat Bogor sebagai kota kuliner yang juga selalu menjadi kota tujuan wisata.
“ini sangat luar biasa. Ya ini satu potensi yang belum digali. Padahal sebetulnya ada sejarah di Bogor tentang teh. Jadi diceritakan teh pertama kali di riset dan ditanam itu di Kebun Raya Bogor,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor,” kata Syarifah Sofiah ketika mengunjungi Sila Tea House Indonesia Artisan Tea, di Jalan Danau Poso, Duta Pakuan, Kelurahan Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jumat (12/5) kemarin.
Sekda mengakui bahwa keberadaan nilai sejarah mengenai keilmuan itu belum memasyarakat, sehingga banyak yang belum tahu.
Baca juga: Arung Jeram Jadi Potensi Wilayah Desa Bantarjaya
Sehingga masyarakat menganggap bahwa teh itu minuman pada umumnya, padahal teh sendiri memiliki nilai historis yang erat dengan Bogor.
“Ini akan kita coba terus bantu promosikan dan edukasi masyarakat. Karena ini bagus, kita bisa melihat perjalanan teh, cara meraciknya dan peluang usahanya yang juga bisa mendatangkan kunjungan ke Kota Bogor. Jadi anak-anak muda bisa dilatih menjadi baristea-nya. Jadi mudah-mudahan sedikit demi sedikit kita munculkan ini ke masyarakat,” katanya.












