BOGOR, Kobra Post Online – Kasus Omicron di Bogor Tengah semakin menyebar dengan cepat. Hingga Kamis 24 Februari 2022 tercatat 430 warga Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor terkonfirmasi positif dan harus melakukan isolasi mandiri (isoman).
“Upaya yang kami lakukan kita ikuti aturan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3. Di luar itu, melakukan vaksinasi di setiap Puskesmas. Kita tidak membuat aturan sendiri. Jadi, kita hanya melaksanakan apa yang boleh dan tidak boleh,” kata Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bogor Tengah, Dicky Iman Nugraha kepada Kobra Post Online.
Lanjut Sekcam, pihak kecamatan sudah melakukan tracing, mengecek kondisi dan memberi bantuan bagi warga yang sedang isolasi.
“Tapi itupun tidak semua, hanya warga tidak mampu yang terkonfirmasi. Inginnya kita sih semua. Tapi, karena bantuannya terbatas yang sudah diatur,” ujarnya.
Sekcam itu juga menjelaskan, melakukan penanganan ketika ada warga yang positif memberitahukan kepada RT, RW sekitar. Agar memastikan warga tersebut untuk melakukan isolasi mandiri dengan benar.
“Saat isoman tidak berkeliaran. Pastikan tempat isomannya layak, ada kamar lain yang bisa di tempati. Jika tidak, keluarganya harus mengungsi. Sedangkan tugas Puskesmas memastikan kondisi kesehatan selama 10 hari,” jelasnya.
Baca juga : Pamoyanan Juara Lomba Video Kreatif, Hadiah Uangnya Menyusul
Mengenai kondisi Camat Bogor Tengah Abdul Wahid yang masih melakukan isoman, karena terkonfirmasi positif omicron, Sekcam mengatakan, Camat Bogor Tengah masa isomannya akan berakhir pada Sabtu.
“Mudah-mudahan Pak Camat sudah tidak ada gejala lagi, sehingga bisa kembali beraktivitas. Kalau masih ada gejala, berarti hari Selasa baru bisa beraktivitas,” pungkasnya.
Reporter : Junaedi / Don
Editor : Yaso












