Jenal Mutaqin Absen 15 Hari, Ini Penjelasan Wakil Wali Kota Bogor
BOGOR, Kobra Post Online – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, akhirnya kembali tampil di hadapan publik setelah sempat absen menjalankan tugas kedinasan selama sekitar 15 hari.
Kemunculan perdananya tersebut terjadi saat ia menghadiri kegiatan Pekan Panutan Pajak PBB-P2 dan PKB yang digelar di Plaza Balai Kota Bogor, Kamis (5/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Jenal Mutaqin juga hadir sebagai warga yang taat pajak sekaligus pejabat publik yang ingin memberikan contoh kepada masyarakat.
Dalam keterangannya kepada awak media, Jenal Mutaqin menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat Kota Bogor atas ketidakhadirannya dalam beberapa waktu terakhir.
Ia mengakui bahwa kondisi kesehatannya sempat menurun sehingga mengharuskannya menjalani istirahat total untuk proses pemulihan.
“Saya mohon maaf, kemarin saya tidak bisa beraktivitas karena harus istirahat total. Ini merupakan bagian dari proses penyembuhan agar saya bisa kembali mengabdi kepada masyarakat,” ujar Jenal Mutaqin.
Jenal Mutaqin Absen 15 Hari, Kondisi Kesehatan Sempat Drop
Jenal menjelaskan bahwa keputusan untuk kembali aktif menjalankan tugas pemerintahan didasari oleh rasa tanggung jawab terhadap pelayanan publik dan berbagai regulasi yang harus terus berjalan.
Menurutnya, kehadiran pemerintah sangat penting agar aspirasi dan kebutuhan masyarakat tetap dapat terlayani dengan baik.
“Saya harus aktif karena banyak regulasi yang berjalan. Kasihan masyarakat kalau sampai tidak terlayani,” ungkapnya.
Terkait penyakit yang dideritanya, Jenal tidak menjelaskan secara rinci. Namun ia menegaskan bahwa kondisi tubuhnya saat itu memang sedang menurun atau drop sehingga membutuhkan penanganan dan waktu istirahat yang cukup.
Ia berharap kemunculannya kembali di hadapan publik dapat menjawab berbagai pertanyaan dan spekulasi yang sempat beredar.
Kehadiran Jenal Mutaqin dalam kegiatan Pekan Panutan Pajak juga dimaksudkan sebagai bentuk teladan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bogor.
Ia menegaskan bahwa pejabat publik seharusnya menjadi contoh pertama dalam ketaatan membayar pajak sebelum mengajak masyarakat luas untuk melakukan hal yang sama.
Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat terus terjaga.
Dorong Pemanfaatan Dana CSR untuk Perbaikan Jalan
Selain membahas kondisi kesehatannya, Jenal Mutaqin juga menyampaikan gagasan terkait percepatan pembangunan infrastruktur di Kota Bogor, khususnya perbaikan jalan rusak.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh hanya terpaku pada anggaran rutin apabila ingin mempercepat pembangunan.
Ia mengusulkan agar pemerintah dapat mengoptimalkan pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai pihak.
“Apa yang saya bicarakan ini adalah spontanitas. Kita bisa mengambil dari dana CSR dinas yang disumbangkan untuk pengaspalan jalan rusak. Masalahnya tinggal kita mau atau tidak mengeksekusinya,” tegasnya.
Jenal menambahkan bahwa sebagai pejabat sekaligus warga, dirinya merasakan langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.
Ia menilai kolaborasi melalui CSR dapat menjadi solusi konkret untuk mempercepat pembangunan infrastruktur.
“Saya ingin semua sampai ke masyarakat, karena sebagai warga saya merasa kepentingan orang lain jauh lebih penting daripada kepentingan pribadi,” pungkasnya.
Baca juga: Jenal Mutaqin Terungkap Sakit, Dedie Rachim Beri Klarifikasi Resmi












