Heboh Kekerasan di RS UMMI, Sisi Lain Parkir Liar dan Intimidasi ke Nakes

Heboh Kekerasan di RS UMMI, Sisi Lain Parkir Liar dan Intimidasi ke Nakes

BOGOR, Kobra Post Online – Kekerasan terhadap tenaga kesehatan (nakes) kembali mencuat di Kota Bogor. Seorang perawat RS UMMI berinisial SR menjadi korban pemukulan oleh salah satu keluarga pasien yang datang pada Jumat (30/5) malam. 

Mirisnya, pelaku kekerasan yang berinisial FB diduga merupakan sosok yang juga pernah tersandung kasus pungli parkir di Alun-alun Empang depan rumah sakit dan sempat viral di media sosial.

Peristiwa bermula saat seorang pasien dengan dugaan stroke datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS UMMI sekitar pukul 21.00 WIB. 

Namun karena kondisi IGD sedang penuh dan tidak tersedia tempat tidur kosong, pihak rumah sakit, melalui dokter jaga, menjelaskan bahwa pasien akan dirawat sementara di kursi roda sambil menunggu bed kosong.

Legal RS UMMI Ilham Maulana menyatakan bahwa sebetulnya dokter sudah menyarankan untuk merujuk pasien ke RS PMI karena keterbatasan obat yang tersedia di UMMI dan keluarga pasien sempat menyetujui arahan tersebut.

“Dua orang wanita dari pihak keluarga pasien menerima keputusan untuk dirujuk ke RS PMI. Namun, situasi berubah ketika FB, adik pasien, datang dan langsung emosi tanpa mendengar penjelasan perawat. Dia marah-marah dan langsung melakukan kekerasan fisik terhadap perawat kami SR,” jelas Ilham saat ditemui wartawan pada Senin (2/6).

Baca juga: Tips Kelola Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Kondisi sempat tidak terkendali dan mengganggu pasien lainnya. Pihak rumah sakit mencoba membawa pelaku keluar dari area rumah sakit, dan insiden sempat dilerai oleh satpam jaga. FB akhirnya meninggalkan lokasi.

Menurut informasi yang dihimpun pihak RS, FB dikenal kerap membuat keributan dan diduga merupakan koordinator pungutan liar di area parkir liar depan RS UMMI.

“Ini bukan kejadian pertama. Sebelumnya, pelaku sempat dilaporkan terkait kasus pungli di lahan parkir alun-alun Empang dan sudah ditangkap, namun dan dilimpahkan ke tim Siber Pungli,” tambah Ilham.

Saat ini, pihak RS UMMI melalui kuasa hukum telah membuat laporan resmi ke Polsek Bogor Selatan dan melakukan visum terhadap korban di RS PMI sebagai bagian dari proses hukum. 

Langkah ini diambil untuk memberi efek jera kepada pelaku dan memastikan perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan.

“Kami berharap pihak kepolisian bisa memproses kasus ini dengan serius. Petugas kesehatan seharusnya dilindungi, bukan menjadi sasaran kekerasan. Tidak boleh ada lagi intimidasi atau kekerasan terhadap tenaga medis di Kota Bogor,” tegasnya. 

Kasus ini menambah daftar panjang kekerasan terhadap nakes di Indonesia. Para pemerhati kesehatan dan masyarakat sipil mendesak adanya langkah konkret dari pihak berwenang untuk memperketat keamanan di fasilitas pelayanan kesehatan serta menindak tegas pelaku intimidasi dan kekerasan terhadap petugas medis.