BOGOR, Kobra Post Online – Para pengguna jalan di Kawasan Jalan Siliwangi Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor pada Selasa (22/4) dihebohkan dengan kemunculan sekolompok manusia yang mengenakan kostum aneh yang dilumuri lumpur dan limbah.
Ternyata mereka adalah para seniman jalanan yang tergabung dalam Forum Aliansi Seniman Jalanan (Folusi Senja). Mereka melakukan aksi teatrikal dalam rangka memperingati Hari Bumi.
Mereka mengenakan kostum manusia sampah yang dilumuri lumpur dan limbah sebagai simbolisasi derita bumi yang terus dieksploitasi tanpa recovery yang berarti.
Sosok-sosok ini berjalan menebarkan kata-kata penyadaran sepanjang jalan pada setiap orang yang menyaksikan aksi mereka.
“Jaga bumiku, dari eksploitasi”, “jaga hutanku, dari pembalak biadab!”, “Jaga lautku, dari penjarahan”, “Jagalah gunung dan keanekaragaman hayati di muka bumi”, demikian ujaran yang mereka sampaikan.
Aksi yang mereka lakukan berjalan dari Jalan Siliwangi hingga masuk ke kampung dan gang kecil, sampai di bantaran kali Ciliwung tepat di bawah Taman Malelang, RT 01/RW 02, Kelurahan Sukasari.

Baca juga: Kemenag Bekasi Tanam 1 Juta Pohon Sambut Hari Bumi
Di bantaran kali Ciliwung mereka melakukan ‘prosesi teatrikal ruwat bumi’ diiringi musikalisasi rajah bubuka dan panutup oleh Kang Madun dan Tim Folusi Senja.
Prosesi ruwat bumi diakhiri pembasuhan air suci sungai Ciliwung dan ditutup dengan pernyataan sikap yang berbunyi:
“Kami Folusi Senja menyatakan perlawanan pada mereka yang tak henti merusak lingkungan, pada mereka yang tak henti mengeksploitasi bumi, pada mereka yang mencemari tanah dan air negeri kami, pada mereka yang tak peduli masa depan anak-anak bumi pertiwi!”, Folusi Senja: Kami Seniman, Bukan Preman! ucap mereka serentak.
“Aksi yang kami lakukan sebagai wujud kepedulian terhadap kerusakan lingkungan, pemanasan global, deforestasi, penambangan liar, fungsi alih lahan akibat beragam tindakan destruktif yang begitu massif merusak bumi demi pelampiasan keserakahan berdalih kemajuan ekonomi dan industri,” kata Heri Cokro penggagas acara Hari Bumi kepada Kobra Post Online.

Baca juga: Pemdes Pasirgaok Gelar Lomba Kebersihan Tingkat RT
Roy Gimbal koordinator acara menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan hari bumi ini merupakan agenda Folusi Senja sebagai wujud kepedulian seniman jalanan bagi kelestarian bumi dan lingkungan.
“Kami yang bergerak di jalanan bukan tak punya kepedulian, kami juga bisa berorganisasi, bisa berkreasi dan berbagi, kegiatan ini adalah wujud kontribusi kami untuk bumi tercinta ini,” ungkapnya.
Kegiatan hari bumi ini diakhiri aksi penanaman pohon rambutan di lembah sungai Ciliwung. Secara simbolis penanaman pohon dilakukan oleh Camat Bogor Timur Feby Darmawan, Lurah Sukasari Surya
Sebagai bentuk apresiasi terhadap seniman jalanan Camat Bogor Timur dan Lurah Sukasari menyerahkan potongan tumpeng kepada seniman jalanan.

Baca juga: Bupati Bogor Sambut Mahkota Binokasih dari Keraton Sumedang Larang
Acara ini pun dihadiri Satgas Ciliwung, SKD Center, Tagana Kota Bogor, Karang Taruna Sukasari, ibu-ibu Kader Dayang Sumbi, anggota komunitas seniman jalanan yang tergabung dalam Folusi Senja antara lain: KPJ Merdeka, Sambu Street, Tugu Kujang, Jangkar Jiwa, Sikil Gembel dan warga masyarakat sekitar.





