dr. Intan menerangkan, ODF di Kabupaten Bogor telah mencapai 90%. Jadi, sambungnya, sudah ada 393 desa yang telah ODF. Pihaknya dibantu oleh Forum Kabupaten Sehat, kecamatan sehat, Pokja Desa Sehat dan puskesmas yang turut membina masyarakat.
“Membina masyarakat itu seperti memberikan sosialisasi, penyuluhan, pendampingan terkait pentingnya buang air besar di tempat yang semestinya serta bahayanya bab di sembarang tempat,” terangnya.
Deklarasi ODF ini, sambungnya, akan terus berkelanjutan di tahun 2024 mendatang. Sebab, setelah deklarasi pihaknya akan terus meninjau.

Baca juga: Kawasan Puncak Tanpa Kendaraan Saat Malam Tahun Baru
Di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Rancabungur, drg. Soniasari mengungkapkan, menuju ODF 100% di wilayah Kecamatan Rancabungur diperlukan kolaborasi berbagai aspek. Diantaranya dari aspek pemerintahan, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.
“Inikan jalan panjang dan kerja bareng bersama-sama, jadi bukan hal yang mudah. Walaupun memang terkait banyak aspek, tidak hanya kesehatan. Begitu juga ekonomi, pemerintahan, pendidikan, mungkin juga budaya dan lainnya,” ungkapnya.
Sonia berharap, dalam kurun waktu dua tahun kedepan yang telah dideklarasikan ini agar bisa terlaksana dengan baik.
“Ini menjadi komitmen bersama, jadi Insya Allah pasti bisa,” pungkasnya.












