Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Gelar Bimtek PTPS, Ini Pesan Panwascam Rancabungur

492
×

Gelar Bimtek PTPS, Ini Pesan Panwascam Rancabungur

Sebarkan artikel ini
Bimtek PTPS di Kecamatan Rancabungur. (Foto: Dok. Junaedi).

BOGOR, Kobra Post Online – Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Rancabungur, Kabupaten Bogor, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) di aula kecamatan setempat, Rabu (9/2) siang.

Ketua Panwascam Rancabungur, M. Surahmat mengatakan, Bimtek PTPS ini sebagai pemberitahuan mengenai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pengawas di TPS. Anggota PTPS akan memulai tugas di hari Minggu mendatang, yaitu penertiban Alat Peraga Kampanye (APK).

“Hari Senin masih pengawasan, kemudian H-1 mereka penerimaan logistik di TPS, dan mereka harus paham ketika saat penerimaan logistik. Mulai di mana, siapa yang mengantar nanti, di tempatkannya bagaimana, disimpan di rumah siapa, logistik itu mereka harus pastikan aman,” kata Surahmat kepada wartawan seusai acara di Kantor Kecamatan Rancabungur.

Ketua Panwascam Rancabungur, M. Surahmat.

Baca juga: Senam Bersama Petugas Pemilu 2024 di Rancabungur Berakhir

Lanjut Surahmat, selain memastikan logistik dalam keadaan aman, PTPS harus pastikan logistik yang diterima oleh Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) sesuai dengan peruntukannya.

“Bimtek ini dibagi dua gelombang, diantaranya gelombang satu sebanyak 100 orang dan gelombang dua 104 orang. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mereka betul-betul faham, serta siap bertugas di Hari-H nanti,” terangnya.

Surahmat menyebutkan, anggota PTPS agar melakukan pengawasan sesuai dengan aturan dan tupoksinya. Mengenai tugas pokok PTPS berpedoman pada Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 Pasal 114.

Baca juga: Antisipasi Golput, Atang Usul Pindahkan 451 TPS Rawan Bencana di Kota Bogor

Ia menjelaskan, dimulai hari Minggu nanti setelah penertiban APK, petugas PTPS agar segera mengecek tempat bakal TPS. Supaya dipastikan terhindar dari bencana.

“Jika TPS itu berada di dataran rendah, harus segera dipikirkan alternatif ketika terjadi banjir,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *