Gedung DPRD Kota Bogor Dipenuhi Orang Berbaju Kampret

oleh -1.745 views

BOGOR, Kobrapostonline.com – Layaknya jawara, masyarakat Bogor dan pejabat yang tengah mengikuti sidang paripurna istimewa hari jadi Bogor, memakai baju kampret atau pakaian masyarakat Sunda, lengkap dengan totopong (pengikat kepala) di gedung DPRD Kota Bogor, Rabu (12/06/2019).

Para tamu yang hadir tersenyum sumringah, mengungkapkan kemeriahan dan kegembiraan merayakan hari ulang tahun Bogor ke-537.

Saat berpidato, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto dan Ketua DPRD Kota Bogor Untung W. Maryono menggunakan bahasa Sunda.

Wali Kota Bima Arya dan Wakilnya Dedie A Rachim mengenakan baju kampret berwarna hitam. Nampak hadir mantan Wali Kota Bogor Diani Budiarto, mantan Wakil Wali Kota Usmar Hariman dan mantan Wakil Wali Kota Achmad Ru’yat.

Dalam sambutannya Wali Kota mengajak kepada anggota dewan untuk memuliakan kepentingan warga diatas segalanya dan diatas kepentingan politik.

“Mari kita bersanding untuk kebahagiaan warga, mewujudkan Bogor sebagai kota yang layak untuk keluarga,” katanya.

Bima menegaskan,  partai boleh beda, tapi mimpi kita pasti sama. Hidup bahagia dan sejahtera di kota milik bersama.

Wali Kota juga meminta kepada seluruh kepala dinas, camat, lurah dan ASN kota Bogor untuk tidak menyia-nyiakan amanah yang  digenggam.

“Pikiran kita, tenaga kita, kedua tangan kita untuk mudahkan segala urusan warga. Kita jawab keluh kesah warga dengan kerja nyata. Sambut aspirasi warga dengan pikiran dan tangan terbuka. Jangan takut dan ragu. Niat baik kita adalah penjaga. Jangan terbang karena buaian dan pujian, jangan tumbang karena cacian dan makian. Luruskan niat, terus bekerja dengan hati, yakinlah semua akan indah pada waktunya,” ungkapnya.

Bima mengatakan,  satata sariksa, satu kota satu aturan. “Mari kita patuhi bersama, kita jaga dan rawat sama-sama. Mari kita jaga kota kita dengan cinta,” ajaknya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Sidang Paripurna Istimewa HJB ke 537 diisi dengan pembacaan Pantun Pacilong dan pembacaan singkat Sejarah Bogor.

Reporter : Agil

Editor : Rangga

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *