Kobra Post Online – Indonesia sebagai bagian dari Ring of Fire (cincin api), seringkali dihadapkan pada risiko tinggi terjadinya gempa bumi. Provinsi Jawa Barat, terletak di sepanjang cincin api, memiliki enam sesar aktif, termasuk Sesar Cimandiri yang diidentifikasi sebagai ancaman serius bagi penduduknya.
Kelurahan Cikundul Kecamatan Lembursitu Kota Sukabumi, sebagai salah satu daerah terdampak, sudah mengalami 13 gempa bumi sepanjang tahun 2021. Namun, kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan pasca bencana masih rendah, serta kurangnya struktur yang mengarahkan penanganan bencana di tingkat warga.
Dorongan dari masalah-masalah ini mendorong saya bersama rekan-rekan, Nadia Clarissa, Fenniya Angel Lee, Nurul Fauzi, dan Muhammad Ihsan, sebagai mahasiswa IPB University yang dibimbing oleh Ir. Murdianto, M.Si, untuk mewujudkan program FIT-Triple Action. Program ini terwujud melalui dukungan dari ajang pendanaan PKM-PM pada awal tahun 2023.

FIT-Triple Action menggabungkan kerja sama antara mahasiswa dengan TP PKK Kelurahan Cikundul, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi serta memberikan perhatian pada pentingnya ketahanan pangan pasca gempa bumi. Lebih dari itu, program ini juga bertujuan untuk memfasilitasi manajemen dan infrastruktur sebelum dan sesudah terjadinya gempa bumi.
Pilar utama program ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam menghadapi gempa bumi, kesadaran akan urgensi ketahanan pangan setelah gempa bumi, serta memfasilitasi manajemen, infrastruktur, dan lembaga penanganan bencana di tingkat warga.
Program FIT-Triple Action dimulai dengan tahap sosialisasi kepada mitra, kemudian dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan.
Tahap pertama, FIT Action F: Food Emergency, melibatkan demonstrasi pembuatan makanan ketahanan pangan pasca gempa bumi, seperti food bar, dengan metode demonstrasi memasak dan sosialisasi.
Selanjutnya, FIT Action I: Infrastructure and Facility, memfokuskan pada pembuatan lembaga penanganan bencana di tingkat warga dan perencanaan kontinjensi melalui diskusi.
Baca juga: Mahasiswa SV IPB Mengadakan Project Based Learning di Kelurahan Gudang

Masyarakat yang menerima manfaat program juga terlibat dalam FIT Action T: Training and Capacity Building, yang mencakup materi pelatihan dan simulasi mitigasi gempa bumi.
Terakhir, ada tahap monitoring dan evaluasi untuk menilai keberlanjutan program menggunakan metode pre-test dan post-test. Harapan keberlanjutan program ini meliputi kolaborasi dengan BPBD Kota Sukabumi, pembentukan struktur lembaga penanganan bencana yang terstandarisasi, serta penyediaan modul dan panduan bagi mitra.
Pada kesempatan ini, Hj. Siti Homsanah, S.E, selaku ketua TP PKK Kelurahan Cikundul, menyampaikan apresiasi terhadap FIT-Triple Action sebagai upaya nyata dalam memberdayakan masyarakat menghadapi gempa bumi, terutama di Kelurahan Cikundul.
Mitra program, Ria Mariawaty, juga mengakui program ini sebagai langkah signifikan dalam persiapan menghadapi dampak bencana, khususnya dalam hal ketahanan pangan.







