Pembukaan jalan tembus ini sambung Eman, cukup sulit karena harus membongkar perbukitan yang sangat terjal. “Awalnya dilokasi ini memang ada jalan setapak itupun harus berbelok belok dan turun naik, sehingga menyulitkan masyarakat atau petani untuk mengangkut hasil panennya. Banyak hasil pertanian dan perkebunan warga tidak bisa dijual, karena ongkos angkutnya sangat mahal dibandingkan harga hasil pertanian atau perkebunannya itu sendiri,” ungkapnya.
Eman bersyukur kini akses jalan sudah dibuka warga dan para petani disini sedikit leluasa ketika membawa hasil panen untuk dijual. “Target kami 2023 jalan tembus ini sudah rampung,” kata Eman optimis.

Baca juga: BBM Naik, Masyarakat Desa Wargajaya Sumringah Terima BLT
Kades Jaro Bancet menyampaikan apresiasi kepada warganya yang telah ikut bergotong royong dalam pekerjaan pembangun jalan tersebut.
“Para RT, RW, dusun, aparat desa termasuk para kader ikut terlibat bergotong royong tanpa pamrih. Ini adalah bukti bahwa masyarakat Wargajaya menginginkan dibangunnya jalan tembus. Buktinya, tidak hanya laki-laki atau bapak-bapak tapi juga kaum ibu ikut bergotong royong,” pungkasnya.
Sementara itu Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Cigudeg, Suparman, didampingi Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan, Emay Sumarni berharap, bahwa anggaran sebesar Rp710 juta dari program Samisade tahun 2022 bisa dimaksimalkan. “Jalan tembus ini akan membuka akses ke arah Cigudeg, Bunar dan Jasinga. Semoga nanti setelah tuntas bisa dipelihara dengan baik,” harapnya.












