Dedie Rachim Sampaikan Bela Sungkawa Untuk Korban Kecelakaan Kerja di TPA Galuga

Dedie A. Rachim saat berkunjung ke rumah duka.

BOGOR, Kobra Post Online – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mendatangi rumah duka almarhum Agus Haris Mulyana, pegawai Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, yang meninggal akibat kecelakaan kerja di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kabupaten Bogor, Senin (11/8) kemarin.

Turut mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi; Asisten Perencanaan dan Pembangunan Pemkot Bogor, Hanafi; Kepala Bagian Kesejahteraan Pemkot Bogor, Abdul Wahid beserta unsur Muspika.

Kehadiran mereka sebagai bentuk belasungkawa sekaligus penghormatan atas pengabdian almarhum selama bertugas di DLH Kota Bogor.

Sebelumnya, pada Senin pagi sekitar pukul 09.00 WIB, terjadi longsor di area TPA Galuga. Informasi awal yang diterima menyebutkan, alat berat yang dioperasikan korban terperosok akibat menghancurkan tumpukan sampah di lokasi.

“Kami masih mendalami kronologis pastinya. Sepintas, dari keterangan teman-teman DLH, bukan longsor, melainkan adanya titik menghancurkan sampah yang menyebabkan alat berat terperosok,” ujar Dedie Rachim di Kampung Rangga Mekar, RT 002 RW 012, Kelurahan Rangga Mekar, Kecamatan Bogor Selatan.

Baca juga: TPA Galuga Telan Korban, Operator Buldoser Tewas Tertimbun Sampah

Dedie menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan memberlakukan tingkat keamanan area kerja di TPA Galuga. Dengan luas area mencapai 38 hektar, saat ini sekitar 7-8 hektar sudah digunakan untuk pembuangan sampah.

“Kita akan memastikan lokasi pembuangan aman bagi petugas. Kalau memang di titik itu terlalu berisiko, kita cari lokasi lain. Jangan sampai nyawa pegawai kita kembali terancam,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban dan berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Kronologis Kejadian Longsor 

Sementara itu Kapolsek Cibungbulang, Kompol Heri Hermawan mengatakan, kejadian di TPA Galuga bermula saat korban hendak mendorong sampah dan menggesernya agar tidak menumpuk pada pukul 08.30 WIB.

“Tiba-tiba tumpukan sampah amblas ke dalam, sehingga bulldozer masuk ke dalam tumpukan sampah dan tertutup sampah,” ujar Kompol Heri kepada wartawan, Selasa (12/8).

Ia menjelaskan, saat itu rekan kerja sesama operator melihat korban terjatuh ke dalam tumpukan sampah bersama bulldozernya.

Namun, pada saat hendak mengevakuasi korban dan ditemukan bahwa korban sudah meninggal dunia dengan luka berat pada bagian kepala dan perut. Akibat kejadian itu, korban langsung dilarikan ke RSUD Leuwiliang untuk dilakukan visum.

“Korban meninggal diduga karena kecelakaan akibat longsor sampah yang ada di TPAS mengakibatkan bulldozer terperosok ke dalam tumpukan sampah,” pungkasnya.