Scroll untuk baca artikel
Pemerintahan

Dedie Rachim Dampingi Perekaman KTP-el Warga Difabel di Kelurahan Babakan

458
×

Dedie Rachim Dampingi Perekaman KTP-el Warga Difabel di Kelurahan Babakan

Sebarkan artikel ini
Dedie Rachim Dampingi Perekaman KTP-el Warga Difabel di Kelurahan Babakan

BOGOR, Kobra Post Online – Bertepatan dengan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama jajaran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) mendatangi kediaman Mulyaman di wilayah Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (3/6) kemarin.

Mulyaman seorang remaja difabel berusia 18 tahun. Setiap hari ia harus berada di atas kursi roda. 

Kedatangan Dedie Rachim bersama jajaran Disdukcapil ke rumah Mulyaman untuk memberikan Layanan Jemput Bola yakni program Layanan Bogor Adminduk Penuh Kehangatan, Gercep, Inklusif, dan Setia (Jempol Bahagia), sehingga tidak perlu datang ke Kantor Disdukcapil untuk melakukan perekaman.

“Kami bersama teman-teman Disdukcapil  datang ke rumah Mulyaman untuk melaksanakan program namanya Jempol Bahagia,” ujar Dedie.

Menurut Dedie, dengan adanya program ini, Mulyaman yang tinggal berdua dengan ibunya tidak perlu bepergian ke luar rumah, karena petugas yang datang untuk melakukan proses perekaman dan pencatatan, setelah itu KTP-el sudah bisa langsung dicetak dan diserahkan. 

“Setelah punya KTP maka hak sebagai warga negara terpenuhi. Misalnya ada bantuan sosial kemudian, karena yang bersangkutan ini difabel, tentu dari dinas sosial juga ada bantuan-bantuan yang bisa diberikan, baik dari pemerintah daerah, provinsi, maupun pusat. Karena ini sudah terdata,” ungkapnya.

Baca juga: Kick Off, DPRD Minta Perekaman KTP Pemilih Pemula Capai 100 persen

Wali Kota Bogor itu menjelaskan, selain mempermudah warga dalam mengakses permohonan layanan, Jempol Bahagia ini juga sebagai upaya dalam mengumpulkan database kondisi masyarakat di wilayah. Sehingga, nantinya wilayah akan mempunyai data yang real terkait kondisi dan situasi warganya.

“Seperti saat ini, layanan kepada difabel. Tentu setelah data ini ada, maka pemerintah akan terus memikirkan bagaimana melakukan intervensi, baik dalam bentuk bantuan, pelayanan kesehatan atau program yang dijalankan di wilayah,” tuturnya.

Di lokasi yang sama Plh Kadisdukcapil Kota Bogor, Iceu Pujiati mengatakan, pada momentum HJB ini pihaknya melakukan beberapa layanan jemput bola kepada masyarakat.

“Jemput bola ini kita memberikan KTP kepada pemula remaja yang genap usia 17 tahun. Kemudian kita memberikan terkait administrasi kependudukan anak yang juga menjadi hak dari setiap anak ketika lahir, berhak mendapatkan hak sipil. Dan kita juga melakukan jemput bola perekaman dan pencetakan serta penyerahan langsung,” ujarnya.

Pengurus RT 02/RW 01 Kelurahan Babakan, Yadi Mulyadi menyampaikan bahwa kehadiran program ini sangat membantu, terlebih mendapat perhatian khusus Wali Kota Bogor, Dedie Rachim.

“Sangat membantu masyarakat, sehingga kondisi masyarakat bisa langsung terdeteksi oleh pemerintah, terdata, dan identitasnya diakui secara kewarganegaraan, sehingga ke depan bisa mengakses berbagai layanan publik yang membutuhkan data diri,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *