Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Banjir di Jalan Malabar Akibat Suluran Air Tersumbat Sampah dan Tertutup Bangunan

837
×

Banjir di Jalan Malabar Akibat Suluran Air Tersumbat Sampah dan Tertutup Bangunan

Sebarkan artikel ini
Banjir di Jalan Malabar Akibat Suluran Air Tersumbat Sampah dan Tertutup Bangunan

BOGOR, Kobra Post Online – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menindaklanjuti laporan warga terkait banjir lintasan di Jalan Malabar Ujung, Kelurahan Babakan, Kecamatan Bogor Tengah, dengan melakukan mapping penyebabnya dan langsung melakukan penanganan.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim didampingi Plt Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih beserta jajaran serta perangkat daerah di wilayah meninjau langsung penanganan antisipasi agar tidak terjadi lagi banjir lintasan.

Mereka menyusuri aliran drainase sekaligus melakukan sosialisasi kepada warga yang melakukan aktivitas niaga di atas saluran air.

“Pak, ini kan saluran air, ya. Di atas ini nanti jualannya mundur ya, karena ini akan kita normalisasi,” ucap Dedie Rachim kepada seorang pedagang, Selasa (29/4).

Dedie menjelaskan, hasil dari mapping, penyebab banjir lintasan adalah adanya sampah yang menumpuk dan menyumbat saluran air. Jika dilihat, memang di sekitar lokasi terdapat aktivitas niaga yang berada di atas saluran air.

Bahkan ketika petugas dari Dinas PUPR melakukan normalisasi dengan pengerukan saluran air, ditemukan berbagai sampah yang tersangkut serta sedimentasi yang hingga pukul 15.48 telah diangkut sebanyak 4 pikap.

“Iya, jadi ternyata permasalahannya ada sampah dan ada bangunan yang menghalangi saluran air,” ucapnya.

Banjir di Jalan Malabar Akibat Suluran Air Tersumbat Sampah dan Tertutup Bangunan
Wali Kota Dedie Rachim tinjau kawasan Malabar lokasi rawan banjir

Sedia payung sebelum hujan

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi banjir lintasan di area tersebut, Wali Kota Bogor mempersiapkan saluran air agar bisa mengalirkan air ke sungai yang berada di Jalan Sancang dan Bogor Baru.

Di lokasi yang sama, Plt Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menyatakan bahwa dari hasil mapping, keberadaan saluran air tidak mampu menampung air hujan.

Selanjutnya, ketika ditelusuri, terdapat saluran air yang tersumbat oleh sampah dan bangunan.

“Jadi saluran airnya tidak berfungsi. Seperti saluran air yang seharusnya masuk ke drainase yang ada di Jalan Pajajaran, ternyata masuk ke drainase awal, drainase induk, bukan drainase utama. Sehingga itu menyebabkan air meluap. Di bawah juga tidak bisa menampung karena tersumbat,” ucapnya.

Baca juga: Setiap Turun Hujan, Jalan Malabar Bogor Tengah Langganan Banjir

Setelah ditinjau oleh Wali Kota Bogor, Esti menuturkan akan segera melakukan percepatan normalisasi dengan melaksanakan koordinasi bersama wilayah dan warga.

Sebab, bagaimanapun, kebersihan lingkungan juga menjadi tanggung jawab masyarakat sekitar.

“Kita mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi, tidak membuang sampah dan tidak menghambat drainase. Sambil kita juga terus melakukan pemeliharaan rutin drainase. Ya, intinya kita lakukan normalisasi dan warga menjaga lingkungannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *