BOGOR, Kobra Post Online– Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Dedie A. Rachim dan Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menunjukkan tren positif pada berbagai indikator strategis pembangunan Kota Bogor.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bogor Tahun 2025, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengalami peningkatan. Di sisi lain, tingkat inflasi berhasil ditekan, sementara angka kemiskinan dan pengangguran menunjukkan tren penurunan.
Capaian ini dinilai menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi daerah sekaligus memperkuat daya tarik investasi dan penciptaan lapangan kerja di Kota Bogor.
Fokus 2026: Akselerasi Pengentasan Kemiskinan dan Lapangan Kerja
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa capaian tahun pertama ini harus terus diperkuat agar tren positif tetap terjaga.
“Harus terus dikuatkan, tidak boleh kendor. Ini baru tahun pertama. Ada rencana kegiatan yang akan mengakselerasi penurunan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan sektor pendidikan dan sosial,” ujar Dedie usai rapat pimpinan di Bumi Ageung Batutulis, Jumat (20/2).
Menurutnya, indikator makro tersebut menjadi pondasi penting untuk mempercepat transformasi ekonomi daerah.
Salah satu prioritas utama pada 2026 adalah pembukaan lapangan kerja baru yang didukung oleh kemudahan perizinan usaha dan iklim investasi yang lebih kondusif.
“Peningkatan lowongan pekerjaan harus diikuti kemudahan perizinan. Ada keterkaitan yang kuat antara investasi, perizinan, dan penyerapan tenaga kerja,” tegasnya.
Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat UMKM, serta menarik investasi sektor riil yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.






