Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Melihat Lebih Dekat KTD Kicau Daun RW 10 Kelurahan Curug

2540
×

Melihat Lebih Dekat KTD Kicau Daun RW 10 Kelurahan Curug

Sebarkan artikel ini
Kebun KTD Kicau Daun
Kebun KTD Kicau Daun. (Foto: Dok. Juna-kobrapostonline.com)

BOGOR, Kobra Post Online – Warga RW 10 Kelurahan Curug Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor menyulap lahan tempat buangan sampah menjadi sebuah kebun yang asri. Kebun itu dikelola oleh Kelompok Tani Dewasa (KTD) Kicau Daun hidroponik.

Ketua KTD Kicau Daun, Tato Mardoko mengatakan, terbentuknya KTD Kicau Daun ini berawal dari lomba penanganan covid dan kebersihan wilayah. Kemudian, dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor memiliki program pemberdayaan masyarakat yaitu hidroponik.

“Kemudian kami meminta petunjuk ke pak lurah. Alhamdulilah mungkin dengan latar belakangnya juara-juara, dan melihat ke lokasi di sini. Sampai akhirnya diputuskan menggarap kebun di lokasi tersebut. Maka kita langsung persiapkan, dan untuk diketahui lahan ini dulunya tempat buangan segalanya,” kata Tato kepada Kobra Post Online di lokasi KTD, Kamis (2/2).

Lanjut Tato, sebelum menanam menggunakan cara hidroponik, mengawalinya mengunakan plastik polybag. Menurutnya, dengan adanya program dari Disnaker maka mengubah media tanamnya menggunakan cara hidroponik di tahun 2020 akhir.

“Pada saat awal belum ada penunjang, tapi dengan adanya semangat dari para bapak-bapak kita buatlah tempatnya,” ucapnya.

KTD Kicau Daun
Lurah Curug, H. Irwansyah (kiri) bersama pengurus KTD Kicau Daun.

Tato menjelaskan, saat awal menanam yaitu sayuran caisim, selada dan pagoda. Namun, diawal mengalami gagal dalam pembibitan. Tetapi, saat ini telah berhasil setelah berulang kali melakukan percobaan.

“Kendalanya masih ada, misalnya saat memberikan nutrisi jangan sekaligus, karena setelah panen belum siap pembibitan. Nah jadi sekarang 10 hari akan siap panen, pembibitan juga sudah siap,” jelasnya.

Saat ini, sambungnya, KTD Kicau Daun sedang menanam sayur pakcoy, caisim dan selada. Namun, untuk sayur selada ini sudah habis dijual. Menurutnya, dari masa pembibitan hingga siap panen memakan waktu 35 hari.

Untuk penjualan, lanjut Tato, dipasarkan kepada warga sekitar dan telah bekerja sama dengan pihak ketiga. Sedangkan untuk permintaan sayuran dari warga itu sendiri bervariasi.

Sementara itu, Lurah Curug, H. Irwansyah menambahkan, dengan telah dibentuknya KTD ini akan mengangkat ketahanan pangan di sekitar lingkungan tersebut.

“Selain itu untuk membantu menurunkan tingkat stunting di wilayah Curug, karena dari hasil panen sayuran bisa berbagi kepada ibu hamil dan balita,” kata H. Irwansyah.

Baca juga: KTD Abimantra Kencana, Ikut Lomba Urban Farming Tingkat Jabar

Irwansyah berharap, ke depannya agar KTD Kicau Daun menjadi pelopor ketahanan pangan. Selain sayuran, bisa beternak ikan dan hewani untuk meningkatkan protein.

Lurah Curug itu menjelaskan, Keberadaan KTD ini cukup berpengaruh dengan adanya rasa gotong royong. Selain itu, keberadaan KTD bisa menjadi forum komunikasi masyarakat. Selain ketahanan pangan, bisa menjadi wadah forum silaturrahmi antar warga.

“Harapannya dengan adanya KTD Kicau Daun ini masyarakat bisa sejahtera. Karena bisa mengambil nilai ekonomi yang besar kalau ditekuni dan dikelola secara baik serta benar,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *