BOGOR, Kobra Post Online – Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan SDN Pasirgaok 04 untuk menanamkan nilai kepedulian sosial dan karakter religius kepada para siswa. Sekolah yang berada di wilayah Rancabungur, Kabupaten Bogor, itu menutup kegiatan pesantren kilat (sanlat) dengan menggelar santunan bagi anak yatim.
Kegiatan sanlat berlangsung selama sepekan, mulai Senin (2/3) hingga Jumat (6/3), dan diikuti seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6.Berbagai kegiatan keagamaan digelar selama program tersebut, seperti pembelajaran akhlak, tadarus Al-Qur’an, praktik ibadah, serta penguatan nilai-nilai keislaman.
Kepala SDN Pasirgaok 04, Mimin Darmini, mengatakan bahwa kegiatan pesantren kilat ini bertujuan meningkatkan pemahaman agama sekaligus membentuk karakter siswa agar lebih peduli terhadap sesama.
“Melalui kegiatan sanlat ini kami ingin menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa sejak dini. Penutup kegiatan kami isi dengan santunan anak yatim agar anak-anak juga belajar berbagi dan peduli kepada sesama,” ujar Mimin kepada Kobra Post Online, Jumat (6/3).

Baca juga: Cegah Bullying, SDN Pasirgaok 4 Gelar Sosialisasi Untuk Siswa
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran agama, tetapi juga membangun empati, kebersamaan, dan semangat berbagi di lingkungan sekolah.
Ia menambahkan, kegiatan pesantren kilat ini juga selaras dengan program penguatan karakter melalui 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yang mendorong siswa untuk membiasakan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan kegiatan sanlat ini kami berharap keimanan siswa semakin meningkat, mereka lebih semangat beribadah dan berlomba-lomba dalam kebaikan untuk meraih ridha Allah,” jelas Mimin.
Para siswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan. Selain menerima santunan, anak-anak juga diajak untuk memperbanyak amal kebaikan selama bulan Ramadan.

Baca juga: Patroli Gabungan Tiga Pilar Rancabungur Digelar Hingga Dini Hari, Antisipasi Gangguan Kamtibmas Selama Ramadan
Mimin berharap nilai-nilai yang diperoleh selama pesantren kilat dapat diterapkan oleh para siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga.
“Harapannya kegiatan ini dapat membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang berakhlak baik, peduli terhadap sesama, dan memiliki semangat berbagi,” tambahnya.
Pihak sekolah juga berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan pesantren kilat setiap Ramadan sebagai bagian dari pembinaan karakter siswa serta mempererat kebersamaan antara guru, siswa, dan masyarakat sekitar.












