Tri Dharma Perguruan Tinggi UNB, Tranformasi Digital Untuk Kelompok Tani Hutan

Tri Dharma Perguruan Tinggi UNB, Tranformasi Digital Untuk Kelompok Tani Hutan

BOGOR, Kobra Post Online – Universitas Nusa Bangsa (UNB), melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, berupa kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di KTH Situ Cijantungeun Kampung Situ Girang RT 04 RW 02 Desa Barengkok, Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor pada Rabu (30/7) kemarin.

Kegiatan yang melibatkan dosen dan mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan UNB ini mengusung tema Pelatihan dan Pendampingan Kewirausahaan dan Penggunaan Platform Digital Socio Forest Untuk Meningkatkan Produktivitas Agroforestri di BKPH Parungpanjang, KPH Bogor.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNB, Agus Pranamulia mengatakan, agroforestri merupakan pengelolaan lahan yang mengkombinasikan tanaman pohon, tanaman hutan, atau hewan, baik secara bersamaan maupun bergiliran pada satu unit lahan, dan disesuaikan dengan kebudayaan masyarakat setempat.

Agus menjelaskan, keterlibatan Kelompok Tani Hutan (KTH) memiliki peran penting dalam pembangunan kehutanan, sehingga pemberdayaan diperlukan dalam meningkatkan kapasitas individu dan kelompok untuk mencapai kemandirian. 

“Kemajuan teknologi informasi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk sektor kehutanan. Di era modern ini, usaha agroforestri tidak lagi hanya mengandalkan tenaga kerja fisik dan metode tradisional, melainkan telah memasuki era kehutanan berbasis teknologi,” beber Agus dalam rilisnya yang diterima  Kobra Post Online Kamis (31/7).

Baca juga: GEMA PENTING Isi Kegiatan Dies Natalis UNB 2025

Agus yang juga menjabat Kepala Biro Humas Promosi dan Informasi UNB mengatakan, teknologi informasi memberikan peluang besar bagi petani untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing hasil pertanian petani. Pada tahun 2023 Perhutani telah meluncurkan platform digital Socio Forest (SF) merupakan aplikasi yang berfungsi untuk memantau cara kerja, sekaligus meningkatkan komunikasi antar petani dengan pihak lain (BUMN) tetapi dalam perkembangannya memang belum diiringi oleh kemampuan dan kualitas SDM.

Tri Dharma Perguruan Tinggi UNB, Tranformasi Digital Untuk Kelompok Tani Hutan

Menurut Agus, kewirausahaan agroforestry diperlukan untuk meningkatkan peluang keberhasilan, mengurangi resiko gagal, mempercepat pertumbuhan usaha, meningkatkan daya saing dan mendorong inovasi termasuk literasi digital. 

Sedangkan Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Dudung Supriatna menyatakan bahwa peningkatan produktivitas agroforestry tidak hanya bergantung pada aspek budidaya, tetapi juga pada kemampuan petani dalam mengelola hasil, mengakses pasar dan memanfaatkan teknologi, walaupun dalam perkembangannya di KTH masih minim dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk pengelolaan agroforestri.

Ketua KTH Situ Cijantungeun Muhamad Apit mengatakan, kegiatan PKM ini sangat penting dalam meningkatkan kemampuan berwirausaha yang akan berdampak dalam meningkatkan pendapatan anggota kelompok dengan tetap menjaga kelestarian hutan. 

Ketua PKM Tun Susdiyanti menambahkan pelatihan dan digitalisasi menjadi bagian integral dan strategi transformasi kehutanan sosial menuju kewirausahaan hijau (eco-localpreneur) yang tidak hanya berorientasi ekonomi tetapi juga adaptif terhadap perubahan iklim dan tuntutan era digital.

Baca juga: UNB Gandeng Pegadaian Gelar Seminar Literasi Keuangan

Kegiatan PKM dilaksanakan pada KTH Situ Cijantungeun di bawah binaan RPH Maribaya bagian dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BKPH) Parungpanjang, Kab. Bogor. 

KTH Situ Cijantungeun secara administratif termasuk dalam wilayah desa Barengkok Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor.  PKM,  diikuti sebanyak 20 orang terdiri dari anggota KTH dan  tim PKM terdiri dari dosen serta mahasiswa.