Dengan membaca kondisi tersebut, pihaknya melengkapinya dengan membuat layanan WhatsApp Talas Bogor (Data dan Layanan Terintegrasi) yang merupakan layanan publik melalui Whatsapp Pemerintah Kota Bogor.
“Jadi masyarakat yang tidak ingin mendownload aplikasi bisa tetap terlayani dengan cara WA. Tapi tetap nanti diarahkan ke aplikasi-aplikasi tertentu. Harapannya mempermudah, misalnya untuk hibah bansos ke Sahabat, pelayanan jaminan kesehatan ke Solid, kependudukan ke Sitanduk,” katanya.
Memang kata Rahmat, masih ada tantangan kedepannya, karena ada aplikasi-aplikasi yang berasal dari pemerintah pusat. Untuk itu pihaknya tengah mengupayakan agar bisa bergabung menjadi dalam satu aplikasi.
“Sebenarnya ini trend nasional, di Jawa Barat ada Jabar Super App Sapa Warga, di pusat akan membuat aplikasi Indonesia Satu. Tujuannya sekali lagi untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Rencananya, aplikasi Super Jendela Tunggal Talas Bogor akan diluncurkan pada 18 Oktober 2023.
“Tapi ini masih tahap pengembangan, kurang lebih ada 50-an aplikasi dari 128 aplikasi. Jadi nanti bertahap semua masuk, kalau di Diklat saya itu ada istilah milestone atau ini tahap awal, nanti terus diperkembangkan,” jelasnya.
Sejauh ini kata dia, inovasi ini didukung pimpinan, seperti Wali Kota Bogor, Bima Arya, Wakil Wali Kota Bogor dan Sekda. Pasalnya, ini merupakan arahannya dalam rangka mempermudah warga dalam pelayanan juga aspirasi dari DPRD yang mewakili masyarakat. (Advertorial)









