Diakuinya banyaknya aplikasi ini bagian dari upaya digitalisasi pemerintahan. Sejak tahun 2014 awal Smart City, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berlomba-lomba membuat inovasi untuk mempermudah pelayanan di bidang tugasnya dengan membuat aplikasi.
“Trend saat ini bagaimana menggabungkan aplikasi. Bagaimana caranya semua aplikasi itu dapat diakses hanya dari satu aplikasi,” jelasnya.
“Saya dari Kominfo, karena sedang melaksanakan Diklat PKN 2 menangkap ini sebagai sebuah kebutuhan dan arahan dari pimpinan, bagaimana memudahkan masyarakat sehingga hanya satu kali akses (aplikasi),” imbuhnya.

Sebelumnya, lahirlah Bogor Single Window (BSW) yang merupakan aplikasi super menyatukan seluruh aplikasi yang ada di Kota Bogor dengan didukung oleh database terpusat dan kerangka kerja Smart City.
“Harapannya BSW ini menjadi rumah besar bagi semua aplikasi-aplikasi. Walaupun masih terbagi dua BSW ini, ada yang untuk ASN dan BSW publik,” tuturnya.
Baca juga: Opsir dan Mobling PBB, Mudahkan Bayar Pajak Dapat Diskon 10 Persen
Berdasarkan survei, masyarakat Kota Bogor hampir 98 persen memiliki aplikasi WA (WhatsApp) dari total 89 persen masyarakat Kota Bogor yang memiliki gawai atau smartphone.












