Sejauh ini, lanjut Syarifah, Pemkot Bogor melalui TPID terus berupaya untuk mengendalikan harga bahan pangan. Ia juga menyebut ketersediaan beras dipastikan aman, mengingat beberapa hari ke depan akan panen, sehingga membuat harga kembali turun.
Sekda Kota Bogor itu menjelaskan, sudah 19 kali dalam satu bulan terakhir mengadakan Gerakan Pangan Murah (GPM), termasuk melalui program Bulog Peduli yang mendekatkan pasar kepada pusat-pusat permukiman. Tujuannya adalah supaya masyarakat mendapatkan harga yang lebih murah, kemudian juga dapat mengendalikan harga di pasar.
Baca juga: Stok Beras di Gudang Bulog Dramaga Bogor Dipastikan Aman
“Mudah-mudahan dengan upaya ini, masyarakat merasa nyaman serta tidak sulit dan bisa menjangkau pangan,” harapnya.
Sementara itu, Koordinator Kelompok Substansi Stabilisasi Harga Konsumen dari Bapanas, Jan Piter Sinaga menuturkan, kegiatan pemantauan dari tim gabungan yang melibatkan lembaga terkait bertujuan untuk menyelaraskan persepsi dan berfungsi sebagai platform untuk bertukar informasi.
“Dari hasil pantauan kami secara umum pasokan ketersediaan pangan pokok di Kota Bogor aman. Yang utama ketersediaan, stok aman dan masyarakat tidak perlu melakukan panic buying karena stok sudah aman. Berdasarkan pantauan di pasar tradisional dan ritel, stok sudah memadai, harga juga sudah mulai turun,” tutur Jan Piter Sinaga
Ia juga berharap pada akhir Maret hingga April terkoreksi pada tingkat harga yang wajar, terutama di pasar tradisional.






