Pendiri Padepokan Wayang Bambu Kritisi Kinerja Disparbud Kota Bogor

Pendiri Padepokan Wayang Bambu Kritisi Kinerja Disparbud Kota Bogor
Pendiri Padepokan Wayang Bambu Ki Drajat Iskandar.

BOGOR, Kobra Post Online – Pendiri Padepokan Wayang Bambu Ki Drajat Iskandar mengkritisi kinerja Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor yang dinilainya kurang peduli terhadap para seniman.

“Selaku induk kesenian, Disparbud Kota Bogor kepeduliannya sangat kurang terhadap para pelaku seni,” kata Drajat dalam acara peringatan HUT ke 25 Wayang Bambu di Jalan Cijahe Kampung  Baru No.71, RT.06 RW.01 Kelurahan  Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor, Senin sore (21/7) lalu.

Drajat mengatakan, Padepokan Wayang Bambu sudah terbukti dan telah memberikan kontribusi kepada masyarakat, khususnya yang ada di Kota Bogor.

“Sehingga kita berharap mereka (Disparbud) peduli kepada kami sebagai pelaku seni,” harapnya.

Sejauh ini, lanjutnya, kepedulian Disparbud Kota Bogor sangat kurang kepada para pelaku seni. Menurutnya bukan hanya seniman Wayang Bambu saja, tetapi banyak pelaku seni yang lain juga merasakan hal itu.

“Mestinya Disparbud itu pro aktif turun langsung ke lapangan melihat kreativitas para seniman. Jadi jangan menunggu para seniman budaya datang dulu ke mereka, itu kan kesannya kurang baik,” ucapnya.

Baca juga: Perguruan Bela Diri Ilmu Laduni Gelar Milad ke 2 di Padepokan Nanggung

Selain itu, sambung Ki Drajat, Disparbud itu harusnya memberi tantangan kepada para seniman terkait program yang digagas.

“Seperti program yang kita punya yaitu Padepokan Wayang Bambu ingin menyelamatkan para generasi bangsa dari krisis moral maupun akhlak dan itu bisa dikolaborasikan,” ungkapnya.

Santunan Yatim

Dalam perayaannya yang ke 25, Padepokan Wayang Bambu membahagiakan puluhan anak yatim dengan memberikan bingkisan serta uang untuk kebutuhan makan dan jajan.

Drajat menuturkan, Wayang Bambu sudah berdiri sejak 2000 lalu, sehingga di tahun ini berusia 25 tahun dan sebagai bentuk syukur pihaknya mengundang sedikitnya 50 anak yatim yang berasal dari warga sekitar.

“Alhamdulillah, diusia ke 25 tahun ini kami sebagai seniman Wayang Bambu tetap eksis dalam memberikan suguhan kepada masyarakat yang bermanfaat. Salah satunya kita berkolaborasi antara seni budaya yang ada di kampung ini, supaya seni budaya ini tidak punah. Kemudian, kita juga memberikan santunan kepada anak yatim,” tutur Drajat Iskandar.

Penulis: YasoEditor: Iyan Sopiyan