Scroll untuk baca artikel
Sorot Desa

Peduli Warga, Kepala Desa Pasirgaok Tinjau Lokasi Banjir

265
×

Peduli Warga, Kepala Desa Pasirgaok Tinjau Lokasi Banjir

Sebarkan artikel ini
Kepala Desa Pasirgaok, Abdul Rohman meninjau lokasi titik banjir (kiri) dan lokasi dugaan penyebab banjir (kanan). (Foto: Dok. Junaedi).

BOGOR, Kobra Post Online – Peduli dengan warga, Kepala Desa Pasirgaok, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, Abdul Rohman meninjau lokasi banjir di Kampung Rancasari RT 03 RW 04 dan mendatangi lokasi yang diduga penyebab banjir.

Dalam peninjauan ini Abdul Rohman didampingi oleh seluruh Kepala Dusun (Kadus), staf Pemerintah Desa Pasirgaok dan Ketua RW 04.

Abdul Rohman mengatakan, peninjauan ini dalam rangka mencari solusi perihal banjir yang terjadi di wilayah Kampung Rancasari RT 03 RW 04. Dugaan penyebab banjir, sambungnya, bersumber di ujung Perumahan Pesona Rancasari RT 04 RW 04.

“Ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap warga. Sebelum turun ke titik banjir, kami terlebih dahulu turun ke lokasi dugaan penyebab banjir yang terletak di ujung Perumahan Pesona Rancasari RW 04,” kata About sapaan akrabnya kepada Kobra Post Online di wilayah Kampung Rancasari, Selasa (10/1).

Lanjut About, dirinya menduga penyebab banjir akibat terjadinya alih fungsi aliran sungai, sehingga menyebabkan pendangkalan sungai. Hal ini dikarenakan adanya pengerukan tanah yang dilakukan oleh salah satu pihak developer atau pengembang perumahan.

“Kita akan koordinasikan dengan mereka (developer) dengan tujuan mencari solusi, bagaimana baiknya dalam hal warga yang terdampak banjir. Dalam artian pemdes akan menuntut kepada pihak terkait agar warga yang terdampak memiliki rasa nyaman dan aman kembali,” ungkapnya.

Kepala Desa Pasirgaok melihat sungai yang tidak berfungsi menjadi salah satu penyebab banjir.
Baca juga: Dekati Akhir Tahun, Pemdes Pasirgaok Santuni 35 Anak Yatim

Ia menjelaskan, Pemdes Pasirgaok akan meminta solusi terbaik kepada pihak developer mengenai persoalan banjir ini. Dengan adanya alih fungsi aliran sungai, pihaknya menuntut agar mengembalikan aliran sungai ke tempat semula.

“Indikasi penimbunan faktor alam juga terjadi, walaupun itu bukan kesengajaan. Tetapi ada pengaruh dari efek pengerjaan pengerukan, yang akhirnya tanah masuk ke Sungai, terjadilah pendangkalan. Aliran sungai itu mencari jalurnya sendiri, sehingga pindah aliran menuju ke sungai yang terletak di Desa Cimulang,” jelas About.

“Di titik dugaan penyebab banjir itu berbatasan dengan dua desa. Yaitu Desa Cimulang dan Desa Rancabungur. Kami juga akan koordinasikan dengan ke-dua kepala desa tersebut,” sambungnya.

Sementara itu penanganan di titik banjir, pemdes beserta RT, RW dan Kadus telah melakukan gotong royong pengerukan tanah yang ada di aliran sungai. Lalu langkah selanjutnya, Desa Pasirgaok akan berkoordinasi dengan Kecamatan Rancabungur dan bersurat ke Dinas PUPR Kabupaten Bogor.

“Kita akan mengusulkan agar aliran sungai di titik banjir ini dibuatkan skala prioritas. Pengerjaannya apakah normalisasi aliran sungai dikeruk dengan alat berat, atau pembuatan Tembok Penahan Tanah (TPT) agar sisi-sisi sungai menjadi tinggi sehingga aliran menjadi lancar,” beber About.

Salah satu warga membongkar jalan bentuk antisipasi banjir.
Baca juga: Tak Kenal Lelah, Kecamatan Rancabungur Gencar Jemput Bola Perekaman E-KTP

About melihat, ada aksi dari salah satu warga dalam bentuk mengantisipasi banjir dengan cara membongkar jalan yang sering dilintasi oleh kendaraan.

“Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi banjir. Namun, tindakan itu tidak kita benarkan karena membongkar jalan yang sering dilintasi oleh kendaraan. Tetapi kita akan koordinasikan ambil solusi yang terbaik,” tuturnya.

About berpesan kepada warga Kampung Rancasari RT 03 RW 04 agar dapat menyikapi persoalan banjir ini dengan dewasa. Selain itu, tanam dan tumbuhkan kembali jiwa sosial serta gotong royong. Sehingga persoalan banjir ini menjadi tanggung jawab bersama.

“Banjir ini menjadi tanggung jawab bersama. Dan saya berharap kepada Dinas PUPR Kabupaten Bogor dapat mengambil tindakan terhadap aliran sungai yang ada di RW 04 ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *