BOGOR, Kobra Post Online – Mantan Wali Kota Bogor, Iswara Natanegara meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina Yasmin, Kota Bogor, pada Minggu (6/7/2025).
Pemerintah Kota Kota Bogor menyampaikan belasungkawa atas wafatnya salah satu tokoh penting di Kota Hujan tersebut.
“Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah berpulang ke rahmatullah Bapak Iswara Natanegara, Wali Kota Bogor periode 1999–2004,” tulis keterangan resmi Pemerintah Kota Bogor yang di-posting di akun Instagram @pemkotbogor.
Sebelum di makamkan di Bandung, jenazah dibawa ke rumah duka yang beralamat di Jalan Bangbarung Raya Nomor 103, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor.

Wali Kota Bogor Pertama di Era Otda
Iswara Natanegara adalah Wali Kota Bogor pertama yang dilantik pada era otonomi daerah (Otda). Ia dilantik sebagai Wali Kota Kepala Daerah Tingkat II Kota Bogor pada 7 April 1999. Selama memimpin Kota Bogor, Iswara banyak menyandang penghargaan, baik di tingkat Jawa Barat maupun Nasional.
Tercatat di masa jabatannya, Kota Hujan ini telah meraih 21 penghargaan. Bahkan, Musium Rekor Indonesia (MURI) mencatat nama Iswara Natanegara sebagai kepala daerah di Indonesia yang terbanyak menerima penghargaan.
Untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah, Iswara menggulirkan program Garda Emas atau Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat. Program tersebut untuk membantu permodalan para pedagang kecil. Perkembangan usaha masyarakat kecil dan menengah mulai tumbuh, seperti pembudidayaan talas di Situ Gede, lidah buaya di Rancamaya dan jambu batu di Sukaresmi.
Berkembang pula pusat kerajinan di wilayah kecamatan. Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang selama ini mati suri mulai hidup kembali. Berbagai pameran kerajinan, seni kriya, kuliner khas Bogor sering diikuti oleh Pemkot Bogor, baik di tingkat provinsi maupun Nasional.
Iswara menaruh perhatian terhadap kesenian tradisional hubungan budayawan, seniman dan pemerintah terjalin baik. Gelar budaya seperti Helaran secara rutin setiap tahun diselenggarakan oleh Pemkot dan Disparbud Kota Bogor.
Di masa pemerintahanmya juga dibangun underpass Jalan Pajajaran untuk perlintasan pengunjung Kebun Raya (KRB) yang turun di terminal bus samping Botani Square (Sekarang Terminal Bus Damri rute Bandara). Selain itu juga dilakukan pemindahan pasarTradisional Ramayana (sekarang BTM) ke Pasar Induk Jambu Dua.
Baca juga: Mantan Wali Kota dan Mantan Sekda Kota Bogor Kompak Hadiri Halal Bihalal Pensiunan Disdik
Pembangunan Terminal Bubulak oleh Pemkot Bogor dan Terminal Laladon oleh Pemkab Bogor dimasa Pemerintahan Iswara. Pembangunan dua terminal oleh dua pemda yang berjarak sekitar 500 meter itu telah menimbulkan polemik yang berkepanjangan.
Ego kedaerahan lebih di kedepankan, sehingga dua terminal berdiri di lokasi yang sama. Begitu pula dengan konflik TPA Galuga. Tanah TPA Galuga milik Pemkot Bogor, namun lokasinya terletak di Kabupaten Bogor. Hal ini membuat kerancuan pada pengelolaan TPA.





