Dukungan lain diberikan dengan penyelenggaraan Ultra Marathon Relay for Special Needs “Istana ke Istana”. Ini merupakan aksi marathon berjenjang menempuh jarak dari Istana Negara di Jakarta ke Istana Bogor.
Melibatkan sedikitnya 5 orang pelari dari komunitas masyarakat yang peduli terhadap anak-anak berkebutuhan khusus. Maraton ini akan finis di pedestrian Kebun Raya Bogor.
Kegiatan pada hari Minggu lusa, sebetulnya hanya merupakan salah satu aksi dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan KOMPAKK. Oleh karena itu kegiatan ini akan berlanjut pada pertengahan bulan April mendatang dengan penyelenggaraan Festival Anak Istimewa 2019.
Semua kegiatan yang dilaksanakan KOMPAKK dengan dukungan berbagai pihak sejak tahun 2015 itu, tidak laih adalah bentuk kampanye dan ajang edukasi kepada masyarakat tentang perlunya pengenalan, pemahaman dan pengertian oleh setiap anggota masyarakat tentang anak-anak berkebutuhan khusus.
Mereka bukan saja anak-anak penderita autis tetapi juga 14 kelompok anak-anak penderita gangguan perkembangan lainnya yang tergolong sebagai Anak Berkebutuhan Khusus.
Kampanye dan edukasi tersebut dinilai perlu dilakukan, mengingat masih banyaknya warga masyarakat yang belum mengenal dan memahami kondisi anaak-anak yang tergolong sebagai anak-anak berkebutuhan khusus. Banyak salah persepsi dan pengertian menyebabkan anak-anak tersebut sering mendapatkan stigma buruk yang tentu tidak menguntungkan bagi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak berkebutuhan khusus.
Padahal seperti yang dikatakan Walikota Bogor, Bima Arya, anak-anak berkebutuhan khusus sesungguhnya adalah anak-anak istimewa dan karena itu mereka membutuhkan perhatian dan dukungan semua pihak.
“Terkadang banyak yang belum paham untuk menyayangi dan mengasihi anak-anak istimewa ini. Pemerintah pun masih mempunyai keterbatasan untuk melayani mereka,” katanya.
Apa yang dilakukan KOMPAKK beserta semua pihak yang sudah peduli terhadap anak-anak berkebutuhan khusus, sejatinya adalah ikhtiar mulia untuk menemani anak-anak berkebutuhan khusus memasuki kehidupan bermasyarakat.
Tentu dengan sikap dan perilaku masyarakat yang sudah paham, bahwa sesungguhnya anak-anak berkebutuhan khusus adalah anak istimewa. Mereka bisa berkarya dan berbuat untuk memberikan kemanfaatan bagi kehidupan dirinya dan juga orang lain. (red)









