Selain itu, sambungnya, masyarakat, pemerintah dan stakeholder terkait juga harus mengambil peran dalam perlindungan dan pemenuhan hak dalam mengatasi permasalahan anak.
“Kita tahu perilaku berisiko pada anak masih banyak terjadi di masyarakat dan cukup memprihatinkan. Oleh karena itu, kita harus memperkuat koordinasi kebijakan lintas sektor, pemetaan program kegiatan antark kementerian/lembaga, dan membangun komunikasi dan kolaborasi. Karena kita tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.
Baca juga: Menengok Agenda Peringatan Hari Anak Nasional 2022 Tingkat Kota Bogor
Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) merupakan momentum yang tepat untuk mengingat kembali mengenai pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan anak. Serta mengoptimalkan tumbuh kembang anak-anak Indonesia.
“Anak-anak Indonesia harus tumbuh dan berkembang secara sehat jasmani dan rohaninya. Tumbuh kembangnya harus optimal, dan memiliki masa depan yang cerah, bebas dari segala bentuk kekerasan,” tutup Femmy.












