Bima Arya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemberi CSR, Djoni yang dihadiri oleh perwakilannya dan kepada dinas, BUMD serta aparatur wilayah dan warga sekitar yang telah mendukung hingga membantu koordinasi perbaikan jembatan. Hanya dalam kurun waktu tiga minggu, jembatan yang semula tidak layak ini bisa kembali digunakan oleh warga.
“Saya senang sekali kalau semua dikerjakan dengan sangat cepat, karena bagi warga ini kebutuhan sehari-hari. Jadi kalau semua yang rusak, kalau semua yang jadi kendala bisa diselesaikan seperti ini, maka di Bogor tidak akan ada lagi kendala,” katanya.
Baca juga: Perbaikan Jalan KH. TB. M. Falak Diperkirakan Telan Anggaran Rp4,6 Miliar
Perbaikan Jembatan Ledeng ini, lanjut Bima Arya, menjadi contoh respon yang dikerjakan dengan cepat dan baik. Apalagi Jembatan Ledeng merupakan urat nadi sebagai aksesibilitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah.
Tak hanya untuk pejalan kaki, akses Jembatan Ledeng saat ini juga sering digunakan sebagai jalur alternatif kendaraan roda dua untuk menghindari kemacetan saat Jalan KH. TB M. Falak masih dalam perbaikan.
Jembatan Ledeng, yang semula berlantai papan kayu yang sudah keropos dan tiang besi yang berkarat, kini sudah diganti menggunakan Bordes (pelat datar) dan pallet sebagai pagar pelindung agar pejalan kaki lebih aman dan nyaman serta jembatan pun indah dipandang.







