Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Hujan Deras Tak Surutkan Antusias! Puncak BSF Cap Go Meh 2026 Diserbu Ribuan Pengunjung

113
×

Hujan Deras Tak Surutkan Antusias! Puncak BSF Cap Go Meh 2026 Diserbu Ribuan Pengunjung

Sebarkan artikel ini
Hujan deras mengguyur Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 di Suryakencana dengan ribuan warga mengenakan mantel hujan

BOGOR, Kobra Post Online – Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 (BSF CGM) berlangsung penuh semangat meski diguyur hujan deras pada Selasa malam, 3 Maret 2026. Kawasan Suryakencana, Kota Bogor, tetap dipadati ribuan pengunjung sejak selepas azan Isya berkumandang.

Mayoritas warga datang bersama keluarga untuk menyaksikan malam puncak perayaan Cap Go Meh yang tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan momentum bulan Ramadan.

Pengunjung Kompak Kenakan Mantel Hujan, Pedagang Raup Berkah

Pantauan di lokasi, para pengunjung Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 tampak mengenakan mantel hujan — outfit khas Kota Bogor saat hujan turun. Sebagian lainnya membeli jas hujan langsung di area festival.

Para pedagang mantel musiman memanfaatkan momentum tersebut dengan menjajakan dagangannya berkeliling kawasan. Setiap pengunjung yang datang langsung ditawari jas hujan dengan harga terjangkau.

“Satu stel Rp10 ribu saja, ini harga normal. Kami tidak menaikkan harga karena ini bagian dari dukungan untuk event budaya,” ujar Aldi, salah satu pedagang jas hujan.

Harga yang tetap stabil tersebut mendapat apresiasi dari pengunjung karena dinilai tidak memanfaatkan situasi.

Sejumlah Pejabat Hadir di Puncak Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026

Sejumlah pejabat turut hadir menyaksikan kemeriahan acara di kawasan pecinan tersebut, di antaranya Dedie A. Rachim (Wali Kota Bogor), Dedi Mulyadi (Gubernur Jawa Barat), Bima Arya Sugiarto (Wakil Menteri Dalam Negeri).

Kehadiran para pejabat tersebut menambah semarak dan menunjukkan dukungan terhadap pelestarian budaya di Kota Bogor.

Tema “Harmony In Diversity”, Perpaduan Budaya dan Spiritualitas

Ketua panitia, Arifin Himawan, menjelaskan bahwa BSF Cap Go Meh 2026 mengangkat tema “Harmony In Diversity”.

Menurutnya, Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan dua momentum besar, yakni perayaan Cap Go Meh sebagai simbol kebudayaan dan bulan Ramadan sebagai momentum spiritual umat Muslim.

“Cap Go Meh bicara kebudayaan, Ramadhan bicara spiritual. Ini perpaduan yang luar biasa,” jelas Arifin.

Rute Parade dan Penampilan Budaya

Meski dikemas lebih singkat dibanding tahun-tahun sebelumnya, panitia memastikan seluruh rangkaian acara tetap maksimal.

Adapun rute parade budaya meliputi Suryakencana, Gang Aut, Pasar Cumpok, Buntang Tiga, Kembali ke Suryakencana.

Sebanyak 12 tim liong dan barongsai turut tampil memeriahkan acara. Selain itu, terdapat 4 hingga 5 tim penampil budaya lainnya serta pertunjukan marawis yang menambah nuansa harmoni lintas budaya.

Antusiasme Tak Surut Meski Hujan Terus Mengguyur

Hujan yang terus mengguyur kawasan Suryakencana tidak menyurutkan langkah warga untuk terus berdatangan. Kawasan pecinan Kota Bogor tetap dipenuhi pengunjung hingga malam hari.

Semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama terlihat nyata dalam perayaan Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 tahun ini.

Bogor Street Festival Cap Go Meh 2026 kembali membuktikan bahwa semangat budaya mampu melampaui cuaca dan perbedaan.

Baca juga: Cap Go Meh 2026 Bogor Meledak 3 Hari! Harmoni Imlek-Ramadan, 600 Anak Yatim & Difabel Ikut Bukber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *