Anak SD di Bogor Nyaris Jadi Korban

oleh -1.016 views

Waspada, Penculik Hipnotis Bergentayangan di Sekolah

BOGOR, Kobrapostonline.com – Seorang Anak SD Negeri Tajur 2 Kecamatan Bogor Timur Kota Bogor nyaris jadi korban penculikan dengan cara hipnotis, Selasa (6/8/2019).

Seperti dirilis Humas Disdik Kota Bogor, pelajar SD berinisial GFR ini nyaris menjadi korban penculikan sekitar pukul 10.00 WIB, dengan cara hipnotis tepuk pundak.

Kronologisnya, saat itu pelajar kelas V SDN Tajur 2 itu sedang jajan pada saat jam istirahat, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya sehingga tidak sadar.

Pelaku yang mengendarai sepeda motor mengajak korban yang langsung membocengnya. Namun belum jauh dari lokasi kejadian, tiba-tiba motor yang ditumpanginya kehabisan besin, dan pada saat yang bersamaan korban sadar bahwa dirinya telah diperdaya karena menuruti apa yang diperintahkan pelaku.

“Saya sadar, saat motor mogok ditengah jalan,
dan kesempatan itu saya melarikan diri ke perkampungan warga,” ujar korban.

GFR menuturkan, sesampainya diperkampungan dirinya meminta tolong kepada seorang pemuda untuk mengantarkannya ke Gereja Zebaoth di Jalan Juanda.

Pihak gereja segera mengenali korban dan langsung menghubungi orang tua korban, tidak menunggu lama kedua orang tua korban dan Kepala Sekolah beserta guru didampingi dari jajaran Kepolisian Resort Bogor Kota tiba di lokasi Gereja Zebaoth sekitar pukul 11.00 wib.

Mendapat informasi ada penculikan anak SD, Kepala Dinas Pendidikan Fahrudin datang ke Gereja Zebaoth untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

Atas kejadian tersebut Kadisdik menginstruksikan, seluruh sekolah di Kota Bogor agar senantiasa waspada.

“Jaga ketertiban sekolah dengan tidak membiarkan para penjemput lalu lalang keluar masuk halaman sekolah. Bila perlu tutup pagar selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung,” kata Fahmi sapaan akrab Fahrudin.

Fahmi meminta kepada para orang tua atau para penjemput agar tidak menunggu putra putrinya di halaman sekolah, karena rawan disusupi oleh orang-orang yang berniat jahat.

“Selain itu untuk memudahkan guru dalam memantau anak didiknya selama KBM berlangsung,” pungkasnya.

Editor : Yaso

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *