Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Tekan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bogor Gelar OPM

6603
×

Tekan Harga Minyak Goreng, Pemkot Bogor Gelar OPM

Sebarkan artikel ini
OPM Minyak Goreng
Pemkot Bogor menggelar OPM untuk menekan melonjaknya harga minyak goreng di Kota Bogor awal tahun 2022. (Foto : Dok. Pemkot Bogor)

BOGOR, Kobra Post Online – Harga minyak goreng di Kota Bogor ikut melambung. Warga Kota Bogor menjerit dengan kenaikan harga komoditi yang masuk kebutuhan pokok ini. Lantas apa upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk menekan harga minyak goreng? 

Siti Rodiah (47) begitu gundah dengan kenaikan harga minyak goreng (Migor). Pedagang gorengan di bilangan Yasmin Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor ini terpaksa mengurangi keuntungan berjualannya. Namun kondisi tak berlangsung lama. Karena Pemkot Bogor menggelar Operasi Pasar Murah (OPM) Migor di beberapa kantor kecamatan dan pasar-pasar tradisional.

“Terima kasih Pemkot Bogor membantu warganya yang kesulitan mendapatkan migor,” kata Rodiah.

Pemkot melakukan OPM ini untuk membantu masyarakat agar bisa membeli minyak goreng dengan harga terjangkau dan menekan harga.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor sekaligus Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah Kota Bogor (TPID), Syarifah Sofiah didampingi Kepala Dinas Perdagangan, Industri dan KUKM (DinKUKMDagin) Kota Bogor, Ganjar Gunawan membuka acara.

Dalam arahannya, Syarifah menjelaskan, OPM Minyak Goreng di Kota Bogor menjadi tugas TPID Kota Bogor. Berdasarkan perintah Presiden Joko Widodo melalui kementerian terkait atas gejolak mahal dan kelangkaan minyak goreng di masyarakat. Dengan harapan untuk mengendalikan harga.

“Kelangkaan minyak goreng sudah ramai, termasuk di rumah saya. Harganya sempat mencapai Rp20 ribuan dari harga awal Rp 14 ribu. Informasi terakhir sudah mulai turun ke harga Rp 19 ribu. Semoga dengan intervensi dalam bentuk OPM ini, setidaknya bisa mengendalikan harga dan segera kembali ke harga awal,” harapnya.

Dalam kesempatan itu, kepada masyarakat Syarifah menjelaskan, mahal dan langkanya minyak goreng karena terganggunya pasar dan kebutuhan minyak goreng di dalam negeri akibat pengaruh ekspor. Di mana kebutuhan terhadap produksi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) bertambah, sehingga banyak terserap. Di Jawa Barat ada 11 kota yang menjadi penyumbang inflasi terbesar.

Baca juga : Marbot Mart, Upaya Pemkot Bogor Makmurkan Masjid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *