JAKARTA, Kobra Post Online – Ajang pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, Inacraft 2026, kembali mencatatkan kinerja positif bagi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM). Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) Reni Yanita melaporkan total transaksi penjualan dari delapan IKM binaan yang difasilitasi selama pameran mencapai Rp338,16 juta.
Capaian ini dinilai menjadi indikator kuat bahwa produk kerajinan Indonesia memiliki daya saing tinggi, baik di pasar domestik maupun global. Tingginya minat konsumen menunjukkan bahwa sektor industri kreatif, khususnya subsektor kriya, tetap menjadi tulang punggung ekonomi berbasis UMKM.
“Data tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk kerajinan IKM, sekaligus menegaskan bahwa pameran menjadi sarana efektif untuk meningkatkan eksposur produk dan mengukur respons pasar,” ujar Reni.
Peran Strategis Womenpreneurs dalam Ekonomi Kreatif
Pada penyelenggaraan Inacraft 2026 ini mengangkat tema “Exploring and Celebrating Womenpreneurs”, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran perempuan dalam menggerakkan industri kreatif dan perekonomian nasional.
Tema tersebut mencerminkan realitas bahwa banyak pelaku usaha kerajinan berasal dari kalangan perempuan. Mereka tidak hanya menjaga warisan budaya lokal, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi desain, peningkatan kualitas produk, serta strategi pemasaran digital yang adaptif.
Di tengah transformasi ekonomi digital, peran womenpreneurs semakin relevan. Mereka aktif memanfaatkan platform e-commerce, media sosial, serta sistem pembayaran digital untuk memperluas akses pasar hingga mancanegara. Hal ini sejalan dengan tren global yang mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan dan pertumbuhan bisnis berbasis komunitas.
Natural Fibers Jadi Primadona Pasar
Salah satu sorotan dalam Inacraft 2026 adalah meningkatnya minat terhadap produk berbasis natural fibers atau serat alam. Produk berbahan baku rotan, pandan, bambu, hingga eceng gondok kini semakin diminati pasar internasional karena dinilai ramah lingkungan dan berkelanjutan.
IKM binaan Ditjen IKMA, PT Dmoroy Kreasi Alam Nusantar, berhasil meraih Inacraft Award 2026 kategori Natural Fibers. Penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa inovasi produk berbasis bahan alami memiliki peluang besar di pasar premium.
Tren konsumen global yang mengarah pada produk eco-friendly dan sustainable living membuka ruang ekspor yang luas bagi kerajinan Indonesia. Produk handmade dengan sentuhan budaya lokal dinilai memiliki nilai tambah yang tidak dimiliki produk massal.
Penghargaan dan Penguatan Ekosistem Industri
Selain aktivitas pameran, Inacraft 2026 menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan seperti Craft Talk & Workshop, Fashion Show, serta Art Performance. Ajang ini juga memberikan tiga penghargaan utama:
- Inacraft Award
- Inacraft Digital Excellence Award
- Inacraft Womenpreneurs Award
Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kualitas desain, inovasi produk, serta transformasi digital pelaku IKM. Lebih dari sekadar seremoni, penghargaan ini menjadi motivasi bagi pelaku usaha untuk terus meningkatkan standar produksi dan daya saing.
Bagi portal ekonomi dan bisnis, momentum ini penting karena menunjukkan bahwa industri kreatif bukan hanya sektor budaya, tetapi juga memiliki dampak ekonomi nyata melalui transaksi, penciptaan lapangan kerja, dan kontribusi terhadap ekspor.
Strategi Pemerintah Dorong IKM Naik Kelas
Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan, menyampaikan bahwa Inacraft 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi IKM sebagai motor penggerak ekonomi kreatif nasional.
Selain fasilitasi pameran, Ditjen IKMA menjalankan berbagai program pembinaan strategis, antara lain:
- Pengembangan dan diversifikasi produk
- Pendampingan sertifikasi dan standardisasi
- Peningkatan kualitas desain dan kemasan
- Transformasi digital dan pemasaran online
- Pendampingan kesiapan ekspor
Langkah ini bertujuan agar IKM tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi juga mampu menembus pasar global dengan standar kualitas internasional.
“Kami melaksanakan berbagai program pembinaan agar IKM siap bersaing dan mampu naik kelas,” ujar Budi.
Pameran sebagai Instrumen Validasi Bisnis
Di tengah perkembangan pemasaran digital, pameran fisik tetap memiliki nilai strategis. Interaksi langsung antara produsen dan buyer memungkinkan proses negosiasi, validasi kualitas, serta pembentukan kerja sama jangka panjang.
Keikutsertaan dalam pameran seperti Inacraft 2026 memberikan sejumlah manfaat ekonomi, antara lain:
- Mengukur respons pasar terhadap produk baru
- Memperluas jaringan distributor dan buyer internasional
- Meningkatkan branding dan kredibilitas usaha
- Mendapatkan peluang kontrak ekspor
Bagi IKM, partisipasi dalam event berskala internasional menjadi langkah penting untuk memperkuat positioning sebagai produsen produk berkualitas global.
Prospek Ekonomi Kreatif dan Kontribusi terhadap PDB
Industri kerajinan merupakan bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif Indonesia. Dengan kekayaan budaya dan sumber daya alam yang melimpah, sektor ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah produk dalam negeri.
Keberhasilan mencatat transaksi Rp338,16 juta hanya dari delapan IKM menunjukkan bahwa potensi ekonomi sektor ini masih sangat luas. Jika didukung dengan akses pembiayaan, digitalisasi, serta kemudahan ekspor, kontribusi industri kerajinan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penciptaan lapangan kerja dapat terus meningkat.
Inacraft 2026 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha mampu menciptakan dampak ekonomi nyata. Ke depan, penguatan inovasi, desain, dan strategi pemasaran berbasis data akan menjadi kunci agar IKM Indonesia semakin kompetitif di pasar global.






