BOGOR, Kobra Post Online – Polsek Rancabungur gerak cepat mengevakuasi warga yang terdampak bencana banjir dan longsor di sejumlah desa di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Untuk diketahui, hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah Kecamatan Rancabungur dan sekitarnya pada Sabtu (9/8) sekitar pukul 17.00 WIB.
Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Rancabungur Iptu Azis Hidayat beserta personel, dan melibatkan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) di antaranya Camat Rancabungur Dita Aprilia, serta Danramil Kemang Kapten Inf Agus Purnama beserta personel, Satpol PP Kecamatan Rancabungur, kepala desa, karang taruna, Tagana dan BPBD Kabupaten Bogor.
“Tim gabungan dikerahkan untuk cepat tanggap melakukan evakuasi terhadap korban yang desanya dilanda musibah banjir,” kata Iptu Azis Hidayat.
Baca juga: Polsek Rancabungur Bersama Forkopimcam Lakukan Evakuasi dan Bersihkan Luapan Sungai Cidepit
Azis mengungkapkan bahwa banjir terjadi diakibatkan meluapnya air aliran sungai di beberapa titik. Adapun sejumlah desa di Kecamatan Rancabungur yang terdampak banjir yaitu Desa Pasirgaok, Desa Bantarsari, Desa Rancabungur, Desa Bantarjaya, Desa Cimulang, Desa Mekarsari, dan Desa Candali.
“Ketinggian airnya bervariatif. Warga yang terdampak kami evakuasi ke tempat yang aman, salah satu contohnya ke musala dan pondok pesantren,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pihaknya mencatat beberapa rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat banjir dan terkena longsoran tanah.
“Kemudian, ada beberapa bagian rumah warga mengalami ambruk akibat hujan, dan beberapa TPT mengalami kerusakan. Beruntung tidak ada korban jiwa pada musibah ini,” jelas Azis.
Baca juga: Puluhan Personil Polsek Rancabungur dan Aparat Desa Gelar Kerja Bakti Massal
Pada kesempatan ini, Kapolsek Rancabungur mengajak masyarakat untuk dapat bersama-sama melakukan langkah-langkah guna menanggulangi terjadinya banjir, seperti melakukan normalisasi aliran sungai.
“Kami berharap masyarakat bisa bergotong royong menormalisasikan aliran sungai, karna itu menjadi faktor utama terjadinya bencana alam banjir,” pungkasnya.












