BEKASI, Kobra Post Online – RSUD Cabangbungin Kabupaten Bekasi memberikan klarifikasi resmi terkait video viral yang menyebut dugaan malpraktik terhadap pasien demam berdarah dengue (DBD) yang mengalami komplikasi pada mata.
Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Hj. Erni Herdiani, membantah tudingan tersebut. Ia menegaskan rumah sakit telah menjalankan prosedur penanganan medis sesuai standar.
“Kami selalu berupaya melayani pasien semaksimal mungkin sesuai prosedur yang berlaku,” kata dr. Erni dalam keterangan tertulis, Jumat (18/7/2025).
Menurutnya, seluruh tindakan medis dilakukan berdasarkan evaluasi rutin dan disiplin prosedur. Ia menyayangkan adanya tudingan tanpa konfirmasi.

“Tudingan tersebut disampaikan tanpa ada konfirmasi atau cross check kepada kami,” ujarnya.
Ia juga menyesalkan penyebaran video yang dinilai memicu opini negatif. RSUD, kata dia, tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dalam setiap proses evaluasi internal.
Baca juga: Memperkuat Sumber Daya Manusia di RSUD Kota Bogor: Transformasi untuk Pelayanan Prima
RSUD Cabangbungin, lanjutnya, telah melakukan pendalaman medis bersama tenaga ahli lintas disiplin dan organisasi profesi. Hasilnya, penanganan terhadap pasien sudah sesuai prosedur.
Dr. Erni menjelaskan, komplikasi pada mata merupakan salah satu risiko dalam perjalanan penyakit DBD, meski kasusnya jarang.
“Kondisi itu bisa terjadi dan telah dilaporkan dalam beberapa kasus serupa,” katanya.
Ia memastikan fokus pihak rumah sakit saat ini adalah penanganan dan pemulihan pasien. RSUD juga bekerja sama dengan lintas sektoral dalam proses perawatan lanjutan.
Dr. Erni mengajak masyarakat menjaga kondusivitas informasi agar tidak menimbulkan keresahan.
“Kami mengimbau semua pihak tidak menyebarkan berita yang tidak berimbang,” tutupnya.






