Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Sambut Ramadan, Warga Gelar Haul dan Murak Tumpeng

2760
×

Sambut Ramadan, Warga Gelar Haul dan Murak Tumpeng

Sebarkan artikel ini
Ramadan
Jamaah Musala Baitul Muttaqin Kampung Cemplang Baru RT 01 RW 11 Kelurahan Cilendek Barat Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor. (Foto : Dok. Yaso)

BOGOR, Kobra Post Online – Beragam suku dan budaya tidak menjadi penghalang bagi masyarakat di Indonesia untuk menyambut kedatangan bulan suci Ramadan 1443 H dengan keunikannya masing-masing.

Seperti jamaah Musala Baitul Muttaqin Kampung Cemplang Baru RT 01 RW 11 Kelurahan Cilendek Barat Kecamatan Bogor Barat Kota Bogor yang menggelar Haul. Acara itu diisi dengan pembacaan Tahlil, Tahmid serta memanjatkan do’a untuk Almarhum, Almarhumah keluarga jamaah Musala dan para pendiri Musala yang telah meninggal dunia.

 Menariknya seusai pembacaan tahlil, tahmid dan memanjatkan do’a di akhiri dengan Murak Tumpeng dan makan bersama.

“Kegiatan ini adalah tradisi turun temurun yang dilakukan oleh orang tua sesepuh kita terdahulu,” ujar Ketua Dewan Kemakmuran Musala (DKM) Baitul Muttaqin, Acep Susanto kepada Kobra Post Online, Minggu (27/3/2022).

Ini tradisi, kata Acep, bahwa setiap menjelang Ramadan mengadakan Haul untuk mendo’akan sesepuh kita yang sudah meninggal.

“Banyak jamaah Musala yang sudah meninggal dunia. Kita sebagai penerusnya ingin mendo’akan dan menghormati sesepuh pendiri Musala,” ujarnya.

Sofyan salah satu Jamaah menambahkan, Musala Baitul Muttaqin Cemplang Baru, terbilang Musala tua di wilayah Kelurahan Cilendek Barat. “Seingat saya pembangunannya sekitar tahun 1977,” katanya.

Baca juga : Polres Bogor Terus Tingkatkan Disiplin Prokes

murak tumpeng
Jamaah Musala Baitul Muttaqin murak tumpeng

Seiring dengan perjalananya waktu, lanjut Sofyan, Musala itu mengalami beberapa kali  renovasi. Ide pembangunan Musala tercetus ketika banyak warga yang melaksanakan salat di atas hamparan batu yang di susun. Lokasinya tidak jauh dari tempat pemandian umum.

“Jadi sesepuh kita dulu yang menginspirasi membangun Musala. Awalnya Musala di bangun dindingnya setengah badan, separuhnya lagi bilik. Hingga akhirnya sekarang Musala Baitul Muttaqin berdiri dua lantai,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *