Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

224 Hari Lagi Masa Jabatan Bima-Dedie Berakhir

2461
×

224 Hari Lagi Masa Jabatan Bima-Dedie Berakhir

Sebarkan artikel ini

Bima Arya meminta juga ketika jembatan Otista selesai dibangun, titik-titik yang menjadi hambatan harus clear agar ruas jalan di Kota Bogor lancar.

Terkait revitalisasi pasar, Wali Kota meminta kepada Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya beserta jajaran, dinas terkait, camat dan lurah fokus untuk menuntaskan penataan pasar.

Mengenai penataan kawasan ada beberapa titik yang menjadi fokus utama, selain di titik lainnya juga terus dilakukan penataan, diantaranya kawasan Pasar Bogor dan Suryakencana, Jalan Nyi Raja Permas, Jalan Sawo Jajar, Jalan Dewi Sartika, Jalan Kapten Muslihat – Jembatan Merah – Jalan Veteran – Pasar Tumpah Devris.

Selanjutnya adalah penataan Air Mancur, dan Alun-alun Empang.

Mengenai permasalahan PMKS, Anjal, ODGJ Bima Arya menyampaikan bukan soal estetika, namun tentang humanisme dan manusiawi.

“Setelah Januari saya masih lihat di emperan seperti ini rasanya nggak tuntas pekerjaan saya. Saya ingin rumah singgah ini diseriusi. Rumah singgah yang benar-benar nyaman,” katanya.

Baca juga: Ini Logo HJB ke 541 dan Makna serta Filosofinya

Untuk penataan Bale Ageung, Bima Arya meminta agar perencanaan dilakukan secara detail.

Mengenai layanan kesehatan, Bima Arya meminta agar pelayanan kesehatan juga didekatkan kepada wilayah.

Ia bercerita ketika negara-negara lain mengalami keterbatasan pelayanan kesehatan saat Pandemi Covid-19, Berlin mengalami surplus pelayanan kesehatan karena banyaknya layanan kesehatan, seperti puskesmas yang memadai di wilayah-wilayah.

Baca juga: Kemenhub Buka Opsi Pembangunan Trem dan Stasiun Sukaresmi di Kota Bogor

Sehingga di Kota Bogor juga perlu perencanaan untuk membuat puskesmas di setiap kelurahan dengan fasilitas lengkap rawat inap sehingga memudahkan masyarakat mengakses pelayanan kesehatan ketika butuh perawatan kesehatan.

“Itu semua momentum kita di 224 hari, itulah yang akan kita ikhtiarkan, yang akan kita prioritaskan bersama yang lain-lain. Dan yang terakhir saya ingin menyampaikan kepada semua, semua itu harus kita kerjakan dengan niat yang baik dengan cara yang baik, jadi saya enggak mau ada yang dilanggar. Ikhtiar to the max tapi jangan sampai membebani masa depan.  Saya ingin menutup ikhtiar di Bogor ini dengan khusnul khotimah, tidak ada sedikitpun persoalan. Saya ingin clean and clear. Yang akan kita tinggalkan di Kota Bogor adalah keberkahan bukan persoalan,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *