Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

SEBA Gelar “Puasa dan Puisi” di Bogor, Pentas Seni Ramadan Meriahkan Malam Nuzulul Qur’an

79
×

SEBA Gelar “Puasa dan Puisi” di Bogor, Pentas Seni Ramadan Meriahkan Malam Nuzulul Qur’an

Sebarkan artikel ini
Acara Puasa dan Puisi SEBA di Saung Jurasep Villa Ciomas Bogor pada malam Nuzulul Qur’an.

BOGOR, Kobra Post Online – Komunitas Seni Berbagi Indonesia (SEBA) menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dikemas dalam peristiwa budaya bertajuk “Puasa dan Puisi: Saat Kata Menjadi Doa, Saat Bunyi Menjernihkan Hati.”

Kegiatan tersebut digelar bertepatan dengan malam Nuzulul Qur’an, 17 Ramadan 1447 H, di Saung Jurasep, Villa Ciomas, Desa Ciomas Rahayu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Acara ini menjadi ajang silaturahmi bagi para pegiat seni, budaya, dan masyarakat dalam suasana Ramadan yang hangat dan penuh makna.

Rangkaian kegiatan berlangsung sejak sore hingga malam hari dengan menghadirkan berbagai pertunjukan seni yang menyatu dengan suasana tradisional. Para seniman dan budayawan tampil di area warung yang menyajikan makanan tradisional.

Beragam pertunjukan seni ditampilkan dalam acara tersebut, di antaranya pembacaan sajak doa, pertunjukan musik tradisi Tarawangsa, stand up puisi, hingga tari kontemporer.

Acara dipandu oleh Hesti Nona Palalangan yang memadukan berbagai bentuk seni, mulai dari gerak buhun dan Page’llu Tua, musikalisasi puisi, monolog, hingga diskusi budaya.

Pembacaan puisi pada acara Puasa dan Puisi yang digelar SEBA di Ciomas Bogor.

Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi budaya bertema “Peluang Berkarya di Era AI” dengan menghadirkan Kang Sobirien sebagai pemateri. Diskusi tersebut membahas tantangan sekaligus peluang bagi para seniman dalam menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana semakin meriah ketika tokoh tradisional Ki Lengser tampil dengan gaya jenaka sambil membagikan takjil kepada para pengguna jalan di sekitar bundaran Villa Ciomas.

Sementara itu, lantunan lagu religi dan salawat dibawakan oleh Ketua KPJ Merdeka Bogor, Tohir Kuli Kulo, dengan iringan alat musik tradisional karinding, yang menambah nuansa spiritual menjelang waktu berbuka.

Momentum kebersamaan juga diwujudkan melalui pemberian santunan kepada sekitar 15 anak yatim di lingkungan Villa Ciomas.

Usai berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib berjamaah, kemudian pembacaan puisi oleh para tamu undangan sambil menikmati hidangan berbuka.

Salah satu penampilan yang menarik perhatian datang dari Heri Cokro dari komunitas Jangkar Jiwa yang membacakan puisi berjudul “Berkaca pada Iran.”

Santunan anak yatim pada acara Puasa dan Puisi SEBA di Villa Ciomas Bogor.
Penyerahan santunan kepada anak yatim dalam rangkaian acara budaya Ramadan “Puasa dan Puisi” di Villa Ciomas Bogor.

Puisi tersebut diiringi musik etnik karinding oleh Kang Bojay, yang merefleksikan kondisi krisis geopolitik di Timur Tengah sekaligus mengingatkan pentingnya persatuan dan ketahanan bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global.

Sejumlah penyair lainnya juga turut menghangatkan suasana malam Nuzulul Qur’an, di antaranya Erna Wiyono, Rachmawati Effendi, dan Asep Suryadi. Mereka membacakan karya puisi dengan gaya khas masing-masing.

Penampilan para penyair semakin hidup dengan iringan musik etnik Tarawangsa dari Layung Jagat serta kolaborasi karinding oleh Kang Bojay yang memberi warna artistik pada rangkaian acara.

Penggagas kegiatan, Asep Saepudin yang akrab disapa Asep Jurasep, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi bagi para pegiat seni, budaya, dan lingkungan.

“Dengan mengangkat puisi di bulan suci Ramadan, kami ingin menyampaikan suara nurani dalam larik-larik sajak sebagai bentuk kejujuran doa kepada Tuhan dan semesta, agar tercipta kebaikan, keberkahan, dan kedamaian,” ujar Asep.

Melalui kegiatan “Puasa dan Puisi”, SEBA berharap seni dapat menjadi medium refleksi spiritual sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat di tengah dinamika zaman.

Asep menambahkan, kegiatan ini terlaksana melalui konsep gotong royong lintas komunitas, di antaranya SEBA, Komunitas Pendaki Nafas Tua, Paguyuban Asep Dunia, Jangkar Jiwa, Layung Jagat, Lengser Ambu Bogor, serta Komunitas Page’llu Tua Toraja.

Baca juga: Terbaru! Pencairan Bansos Tahap 1 2026 Hampir 90%, PKH dan BPNT Nyaris Rampung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *