Pusat Perbelanjaan di Kota Bogor Batasi Jam Operasional

oleh -1.501 views
Pusat Perbelanjaan di Kota Bogor Batasi Jam Operasional
Pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan di Kota Bogor

BOGOR, Kobrapostonline.com – Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bogor kini mulai membatasi jam operasional, menyusul surat keputusan Walikota Bogor Nomor 900.45-214 Tahun 2020 tanggal 20 Maret 2020 tentang wabah penyakit Corona Virus Disease (Covid-19) sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Bogor.

Berdasarkan pantauan kobrapostonline.com, sejumlah pusat perbelanjaan membatasi jam operasional yaitu buka pukul 11.00 WIB dan tutup pukul 20.00 WIB.  Pembatasan tersebut terlihat di sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Bogor dengan memampang pengumuman seperti di Alfamart dan Botani Square

Sebelumnya Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengimbau agar para pelaku usaha, baik pertokoan, pusat perbelanjaan, toko swalayan, seperti perkulakan, Hypermarket, Supermarket, dan minimarket, untuk membatasi jam operasional setiap hari mulai pukul 11.00 WIB sampai dengan 20.00 WIB.

“Surat Keputusan Wali Kota ini menindaklanjuti surat edaran Gubenur Provinsi Jawa Barat Nomor 400/26/HUKHAM Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Penularan Infeksi Corona Virus Disease (Covid-19) khususnya di Kota Bogor,” kata Dedie.

Lanjut Dedie, pembatasan jam operasional juga berlaku bagi pelaku usaha pertokoan di luar pusat perbelanjaan dan toko swalayan, setiap hari mulai pukul 09.0 WIB sampai dengan 17.00 WIB.

“Tetapi, pembatasan jam operasional ini tidak berlaku untuk apotik, toko yang menjual obat dan alat kesehatan. Termasuk Pasar Tradisional. Intruksi ini untuk mendapat perhatian dan dapat dilaksanakan mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan 23 Maret sampai dengan tanggal 02 April 2020,” terang Dedie.

Baca juga : Masa Belajar di Rumah di Perpanjang Sampai 11 April 2020

Selain itu Dedie juga menghimbau kepada pimpinan perusahaan menghentikan seluruh kegiatan perkantoran untuk sementara waktu, menutup fasilitas operasional dan melakukan kegiatan usaha dari rumah.

“Bagi perusahaan yang tidak dapat menghentikan total kegiatan perkantorannya diminta untuk mengurangi kegiatan tersebut sampai batas minimal (jumlah karyawan, waktu kegiatan dan fasilitas operasional). Mendorong sebanyak mungkin karyawan untuk bekerja di rumah,” imbaunya.

Reporter : Yaso

Editor : Rangga A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *