Ketua DPI : Pers Harus Hentikan Politisasi Bencana Covid-19

oleh -732 views
Ketua DPI
Ketua Dewan Pers Indonesia Heintje G Mandagie

JAKARTA, Kobrapostonline.com – Ketua Dewan Pers Indonesia (DPI) Heintje G. Mandagie meminta insan pers di seluruh Indonesia tidak memberi panggung kepada politisi dan pengamat yang sengaja mendiskreditkan pemerintah dengan tujuan meraih popularitas untuk kepentingan kelompok. Atau bertujuan merusak citra pemerintah di tengah semua elemen masyarakat yang sedang fokus dalam penanganan bencana penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Penengasan itu disampaikan Mandagie menyikapi maraknya berita di berbagai media mainstream dan online akhir-akhir ini. Yang mengutip pernyataan politisi dan para pengamat tak henti-hentinya mengkritik pemerintah dalam mengatasi penyebaran dan penanggulangan bencana Covid 19 di seluruh Indonesia.

“Ini saatnya pers ikut fokus pada penanggulangan penyebaran virus mematikan. Bukannya memberi panggung kepada para politisi yang hanya sibuk mencari-cari kesalahan pemerintah dalam penanganan masalah Covid 19 di Indonesia,” ujarnya dalam press release yang di kirim ke redaksi, Senin (23/03/2020) di Jakarta.

Ketua DPI juga menegaskan, di tengah bangsa ini sedang galau menghadapi virus Corona, pers wajib menciptakan opini yang mampu mengarahkan masyarakat untuk bersatu padu membantu pemerintah melawan penyebaran Covid 19. Serta menghindari politisasi penanganan becana ini. Langkah itu, menurutnya, adalah bagian dari menjalankan fungsi sosial kontrol pers sebagaimana diatur dalam UU Nomor 40 Tentang Pers. 

“Melayani narasumber silahkan saja, tapi kutipan pernyataan itu harus difilter secara professional. Sebagai bagian dari penerapan kode etik jurnalistik, agar dampak dari pemberitaan itu bisa menyebarkan hal yang bermanfaat bagi masyarakat. Bukannya malah mengganggu konsentrasi pemerintah dalam mengatasi bencana,” jelas Mandagie yang juga menjabat Ketua Umum DPP Serikat Pers Republik Indonesia.

“Ini saatnya pers Indonesia berperan aktif dalam membantu pemerintah fokus pada penanggulangan bencana, dan menghentikan kepentingan industri media yang hanya mengejar rating. Saya hanya ingin mengingatkan bahwa pers Indonesia harus ikut memiliki rasa tanggung-jawab atas ancaman keselamatan jutaan masyarakat Indonesia. Melalui tindakan nyata menyebar berita yang berguna bagi upaya penanggulangan bencana,” terangnya.

Baca juga : Rapid Test COVID-19 Massal di Stadion Patriot Bekasi Mulai 24 Maret 2020

Dalam situasi normal, Mandagi mengaku pernyataannya tidak etis untuk membatasi politisi memberi kritik kepada pemerintah. Tapi dalam situasi krisis seperti ini, kritikan sepertinya tidak tepat lagi.

“Semua pihak harus fokus dan bersatu memberi saran yang membangun dan solutif, bukan saling menyalahkan. Ekspos tindakan nyata akan lebih menarik dan penting bagi bangsa ini ketimbang gaduh di media yang membuat masyarakat makin bingung dan tambah panik,” paparnya.

Ketua DPI juga menyarankan, pers seharusnya banyak menggali berita dari para tokoh masyarakat, para politisi, atau artis yang sedang aktif menggalang dana untuk membantu penanggulangan bencana ini. Agar dapat menginspirasi banyak pihak untuk ikut melakukan hal yang sama dalam rangka membantu pemerintah.

“Kepada seluruh awak media di manapun berada, untuk tetap semangat dan berhati-hati dalam melakukan liputan bencana Covid-19. Agar keselamatan diri tetap dijaga demi menghindari terpapar virus corona,” pungkasnya.

Reporter : Surya Suep

Editor : Rangga A.

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *