Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Implementasi Kurikulum Merdeka

3929
×

Implementasi Kurikulum Merdeka

Sebarkan artikel ini
kurikulum

Secara teknis, saat ini kurikulum merdeka baru diterapkan pada siswa kelas 7. Sedangkan terhadap siswa kelas 8 dan 9, masih diterapkan kurikulum 2013. Di dalam prakteknya, para siswa kelas 7 akan dilibatkan pada projek-projek pembelajaran dan para siswa diperkenankan untuk memilih kegiatan sesuai minatnya masing-masing. Kegiatan ini seperti tambahan di luar kegiatan pembelajaran akademis biasa.

Saat ini ada 3 projek kegiatan yang dilaksanakan. Masing-masing dengan tema Demokrasi, tema Kearifan Lokal serta Tema Gerak dan Tari. “Pada tema kearifan lokal, kami pilih aspek kuliner lokal untuk dipelajari dan dipraktekan oleh para siswa dan pada tema Demokrasi kami terapkan dalam bentuk pemilihan OSIS,” lanjut Dedi. Di dalam kegiatan inilah ada proses pembelajaran terhadap beberapa materi ajar.

kurikulum
Baca juga: SMP Negeri 19 Bogor Gelar Workshop KMB

Hal itu diperoleh karena pada setiap kegiatan, para siswa dapat  langsung menerapkan materi-materi pembelajaran, seperti bahasa, matematika dan sebagainya. Dengan demikian pengetahuan siswa diperoleh langsung dari pengalaman praktek. Di dalam ragam kegiatan yang diselenggarakan, terbuka pula peluang bagi para orangtua siswa untuk menjadi guru tamu. Mereka bisa membagi pengalaman bidang kerja atau profesi masing-masing kepada para siswa. Sekaligus hal ini menguatkan kolaborasi antara pihak sekolah dengan para orangtua dalam penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.

Untuk dapat melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut, maka pada beberapa mata pelajaran, jam kegiatan belajarnya dikurangi masing-masing 1 jam. Jam-jam itulah yang kemudian diakumulasi dalam seminggu untuk dipakai melaksanakan projek-projek pembelajaran. Sedangkan untuk kegiatannya, para siswa diarahkan menentukan pilihannya berdasarkan peminatan masing-masing. Minat dan bakat siswa sebelumnya diketahui berdasarkan hasil tes diagnostik.

kurikulum

Terakhir, seluruh capaian pembelajaran akan dievaluasi dan hasilnya disampaikan dalam dua jenis rapot. Pertama rapot dalam bentuk nilai-nilai untuk hasil pembelajaran akademis. Kedua rapot yang disajikan dalam bentuk narasi kualitatif untuk melaporkan pencapaian siswa pada bidang kegiatan yang telah diikutinya.

kurikulum
Dedi Husnaeni, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMP Negeri 1 Kota Bogor (kiri) dan H. Warsadi, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Kota Bogor (kanan).

Walhasil, kurikulum merdeka membuka peluang bagi setiap invidu siswa untuk memperoleh kesempatan belajar dan mengembangkan diri sesuai minat dan bakat masing-masing. Metode ini adalah cerminan pemahaman, bahwasanya setiap individu anak adalah manusia istimewa dengan bakat dan kemampuannya masing-masing. Mereka perlu dididik, diajar, dibimbing dan diarahkan supaya bisa berkembang sesuai minat dan bakat yang melekat pada dirinya masing-masing. (Advertorial)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *