BOGOR, Kobra Post Online – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Rancabungur menggelar Konferensi Kerja Cabang (Konker Cabang) I Tahun 2026 sebagai forum evaluasi program organisasi sekaligus merumuskan agenda kerja selama satu tahun ke depan.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Mengoptimalkan Peran PGRI dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan demi Terwujudnya Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang.”
Konker dihadiri Sekretaris Umum (Sekum) PGRI Kabupaten Bogor H. Saepul Bahri, Camat Rancabungur Dita Aprilia, Sekretaris Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (Sekbid PPM) PGRI Kabupaten Bogor Agus Hafiz, Pengawas Pembina Kecamatan Rancabungur, serta jajaran pengurus ranting PGRI se-Kecamatan Rancabungur.
Kegiatan resmi dibuka oleh Camat Rancabungur, Dita Aprilia. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap peran guru dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kecamatan Rancabungur.
“Tidak terikat oleh waktu, kapan pun dari guru bisa menghasilkan orang-orang hebat. Alhamdulillah kualitas pendidikan di Rancabungur ini terus ditingkatkan, terutama di bidang olahraga, prestasinya luar biasa,” ujar Dita.
Ia juga berharap forum Konker dapat menjadi ruang bagi para guru untuk menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan peningkatan kualitas pendidikan.
“Saya berharap banyak kepada PGRI Kabupaten Bogor untuk dapat bukan hanya menampung aspirasi, tetapi merealisasikan aspirasi dari ranting dan cabang Rancabungur,” katanya.
Baca juga: Camat Rancabungur Dita Aprilia Terima Lencana Pancawarsa III dari Kwarda Jawa Barat
Evaluasi Program dan Penyusunan Agenda Kerja
Ketua PGRI Kecamatan Rancabungur, Asep Nurjaman, menjelaskan bahwa Konker Cabang I merupakan bagian dari mekanisme organisasi PGRI yang dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Menurutnya, forum tersebut menjadi momentum untuk mengevaluasi kegiatan yang telah berjalan sekaligus menyusun program kerja untuk satu tahun mendatang.
“Konker ke-1 ini membahas kegiatan yang akan kita laksanakan satu tahun ke depan. Perwakilan anggota melalui pengurus ranting menyampaikan aspirasi untuk dimasukkan ke dalam program satu tahun yang akan datang,” jelas Asep.
Ia menegaskan, program kerja yang disusun tidak harus banyak, tetapi harus realistis dan memiliki skala prioritas sehingga dapat benar-benar direalisasikan.
“Tidak muluk-muluk dan tidak terlalu banyak. Kita ingin memprioritaskan program yang penting dan bisa terealisasi. Sehingga satu tahun ke depan kegiatan atau program tersebut benar-benar terlaksana,” ujarnya.
Asep menambahkan, setiap program yang dirumuskan juga harus mempertimbangkan kemampuan anggaran dan kebutuhan organisasi. Hal tersebut penting agar program yang telah disepakati tidak berhenti pada tahap perencanaan.
“Yang sudah dirumuskan pada saat ini bukan hanya dirumuskan saja, namun tetap harus direalisasikan dengan catatan harus disesuaikan dengan anggaran dan skala prioritas,” tegasnya.

Baca juga: PGRI Rancabungur Gelar Halalbihalal, Perkuat Soliditas Guru Hadapi Tantangan Pendidikan
PGRI Rancabungur Dorong Aspirasi Guru Jadi Program Nyata
Dalam Konker tersebut, sejumlah agenda menjadi perhatian, di antaranya penyusunan program kerja tahunan yang berorientasi pada peningkatan kompetensi guru, evaluasi berbagai tantangan yang dihadapi pendidik di lapangan, serta penguatan pengabdian dan kesejahteraan anggota PGRI.
Pembahasan program dilakukan melalui sidang komisi yang membidangi berbagai seksi organisasi. Aspirasi dari tingkat ranting diharapkan dapat menjadi bahan dalam menentukan program yang paling relevan dengan kebutuhan guru dan dunia pendidikan di Kecamatan Rancabungur.
Asep berharap, PGRI Rancabungur ke depan tidak hanya menjalankan program yang merupakan bagian dari agenda Kabupaten Bogor, tetapi juga mampu melahirkan gagasan dan program yang sesuai dengan kebutuhan pendidikan di wilayahnya.
“Diharapkan muncul ide atau program yang sifatnya memberikan aspirasi, terutama di bidang pendidikan. Harapannya program-program tersebut menjadi prioritas dan dapat direalisasikan,” tuturnya.
Sekum PGRI Kabupaten Bogor Apresiasi Kekompakan PGRI Rancabungur
Sementara itu, Sekretaris Umum PGRI Kabupaten Bogor, H. Saepul Bahri, mengatakan Konker merupakan forum penting dalam mekanisme organisasi untuk memastikan program PGRI berjalan berdasarkan perencanaan dan keputusan bersama.
Menurutnya, aspirasi anggota yang disampaikan melalui ranting dibahas dalam forum Konker untuk kemudian disepakati melalui pleno.
“Dengan Konker ini, aspirasi teman-teman anggota lewat ranting disampaikan. Di Konker inilah dibahas dan disepakati dalam pleno. Secara organisasi, kegiatan yang disahkan dalam pleno berarti sudah menjadi keputusan organisasi dan legal untuk dilaksanakan,” jelas Saepul
.Ia menambahkan, Konker idealnya dilaksanakan setiap tahun meskipun tidak harus digelar secara besar-besaran. Hal terpenting adalah mekanisme organisasi berjalan sesuai ketentuan.

Baca juga: Asep Nurjaman Pimpin PGRI Kecamatan Rancabungur Periode 2025-2030
Saepul juga memberikan apresiasi terhadap soliditas PGRI Kecamatan Rancabungur. Menurutnya, meski jumlah anggota relatif tidak sebesar sejumlah kecamatan lain, semangat kebersamaan dan keinginan untuk berkembang terlihat cukup kuat.
“Di Rancabungur ini walaupun kecamatan yang sifat anggotanya kecil, tetapi organisasi PGRI-nya cukup solid, terus berkembang, dan yang terpenting ada animo serta keinginan maju dari anggotanya,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti keberadaan gedung serbaguna PGRI Rancabungur yang dinilainya cukup representatif dibandingkan sejumlah wilayah lain.
Menurut Saepul, capaian tersebut tidak terlepas dari kekompakan dan kebersamaan para anggota.
“Rancabungur cukup berhasil dan memiliki gedung yang sangat representatif. Itu karena ada kekompakan, kebersamaan, dan memang teman-teman anggota merasakan manfaatnya,” pungkasnya.
Melalui Konker Cabang I PGRI Kecamatan Rancabungur Tahun 2026, seluruh jajaran organisasi diharapkan mampu menghasilkan program kerja yang terukur, realistis, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kompetensi guru, kualitas pendidikan, serta penguatan perlindungan dan kesejahteraan para pendidik. (Juna)












