BOGOR, Kobra Post Online – Sejumlah persoalan mendasar di Kecamatan Rancabungur, mulai dari kebutuhan pembangunan SMP Negeri 2 Rancabungur, peningkatan fasilitas kesehatan, hingga penataan infrastruktur dan pelayanan publik menjadi fokus utama dalam Reses DPRD Kabupaten Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) VI Masa Sidang III Tahun 2025–2026.
Kegiatan yang berlangsung di Kecamatan Rancabungur tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil VI, yakni Irman Nurcahyan (Fraksi Demokrat), Okke Fauzi (Fraksi Golkar), Irfan Baihaki (Fraksi PKS), Andi Permana (Fraksi Gerindra), Sutisna (Fraksi Golkar), dan Arief Rochmawan (Fraksi Gerindra). Reses menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyusun skala prioritas pembangunan yang akan diperjuangkan dalam pembahasan APBD Kabupaten Bogor.
Dalam paparannya, Camat Rancabungur Dita Aprilia menyampaikan berbagai usulan strategis yang dinilai mendesak untuk mempercepat pembangunan wilayah.
Di sektor pelayanan publik, Kecamatan Rancabungur mengusulkan penguatan layanan administrasi kependudukan melalui Mobil Pelayanan Keliling (Program Jembol) sebagai inovasi pelayanan jemput bola. Program ini diharapkan mampu mempercepat pelayanan administrasi kependudukan, termasuk perekaman KTP elektronik bagi lansia, penyandang disabilitas, hingga pelayanan saat kondisi darurat.
Selain itu, Kecamatan Rancabungur kini telah melayani pencetakan KTP elektronik, Kartu Keluarga (KK), dan Kartu Identitas Anak (KIA). Namun, pelayanan tersebut masih memerlukan dukungan sarana penunjang seperti loket pelayanan, mesin antrean, serta fasilitas pendukung lainnya agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.

Baca juga: 10 Ribu Warga Padati Jalan Sehat HJB ke-544 di Rancabungur, Tunjukkan Dukungan untuk Sport Center Terbesar di Dunia
Pada sektor kesehatan, Camat Dita mengusulkan pembangunan ruang persalinan/Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED) di Puskesmas Rancabungur yang hingga kini belum dimiliki. Sementara Puskesmas Bantarjaya juga membutuhkan pengembangan fasilitas berupa ruang rawat inap, ruang konseling gizi, ruang pemeriksaan lansia, laboratorium TB yang terpisah, lahan parkir, hingga ruang tunggu yang lebih representatif.
Di bidang pendidikan, pembangunan SMP Negeri 2 Rancabungur kembali menjadi usulan paling mendesak. Hingga saat ini proses belajar mengajar masih memanfaatkan sistem kelas jauh, sementara masyarakat terus mempertanyakan realisasi pembangunan gedung sekolah yang telah lama direncanakan.
Selain pembangunan SMPN 2, Pemerintah Kecamatan juga mengusulkan pembangunan Halte Sekolah dan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) untuk meningkatkan keselamatan pelajar sekaligus mengurangi kemacetan saat jam masuk dan pulang sekolah.
Tidak hanya itu, lima sekolah dasar juga masuk dalam daftar prioritas peningkatan sarana dan prasarana, yakni SDN Bantarkambing 02, SDN Bantarkambing 03, SDN Pasirgaok 01, SDN Pasirgaok 03, dan SDN Ciheuleut.
Sementara di bidang infrastruktur, Pemerintah Kecamatan mengusulkan penataan kawasan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Rancabungur, meliputi pelebaran jalan menuju GOM sepanjang sekitar 1,5 kilometer, pembangunan area parkir, penghijauan, taman bermain anak, gapura, serta pagar kawasan.
Usulan lainnya meliputi penataan Pertigaan Jalan Cagak Rancabungur melalui pembangunan sodetan satu arah untuk mengurai kemacetan, pembangunan alun-alun kecamatan sebagai ruang publik multifungsi, normalisasi Sungai Cibarengkok, Kalijati, Cibeuteung I dan Cidepit, perbaikan tembok penahan tanah (TPT), penataan bangunan di depan Kantor Kecamatan, penanganan sampah, pengecatan 150 tiang listrik di jalur utama, hingga penanganan kekeringan melalui penambahan sarana air bersih.
Baca juga: Ribuan Jamaah Padati Masjid Baiturrahman, Ustaz Maulana Tutup Meriah HJB ke-544 Rancabungur
Kecamatan Rancabungur juga menyampaikan kesiapan mendukung Program Dayeuh Pajajaran melalui Bantuan Keuangan Akselerasi Tahun 2026 sebesar Rp100 juta untuk setiap desa sebagai bagian dari percepatan pembangunan kawasan.
SMPN 2 Rancabungur Harus Segera Dibangun
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi Demokrat, Irman Nurcahyan, menegaskan bahwa pembangunan SMP Negeri 2 Rancabungur merupakan kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda.Menurutnya, jumlah penduduk dan peserta didik di Kecamatan Rancabungur sudah sangat layak memiliki dua sekolah menengah pertama negeri.
“Minimal Kecamatan Rancabungur harus memiliki dua SMP Negeri. Masyarakat sudah sangat membutuhkan. Mudah-mudahan pembangunan SMPN 2 Rancabungur bisa terealisasi pada tahun 2027,” ujar Irman.
Ia mengungkapkan, keberadaan SMPN 2 telah bertahun-tahun menjadi harapan masyarakat. Bahkan, berbagai kajian telah dilakukan dan lahan pembangunan juga telah tersedia sehingga tinggal menunggu realisasi anggaran dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Baca juga: Bupati Bogor Kawal Mega Proyek Akademi Olahraga Nasional di Rancabungur, Digadang Jadi Sports Center Terbesar di Dunia
Selain pendidikan, Irman juga meminta peningkatan pelayanan kesehatan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurutnya, pembangunan ruang persalinan di Puskesmas Rancabungur, pengembangan Puskesmas Bantarjaya, hingga pembangunan puskesmas pembantu di desa-desa yang belum memiliki fasilitas kesehatan harus menjadi prioritas.
Persiapkan Rancabungur Menjadi Kawasan Strategis
Irman menambahkan, Kecamatan Rancabungur harus mulai berbenah menyusul rencana pembangunan National Sport Center yang akan menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu kawasan strategis di Kabupaten Bogor.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur, penataan ruang, ruang terbuka hijau, pengelolaan sampah, normalisasi sungai, hingga penyediaan fasilitas publik harus dipersiapkan sejak dini agar Rancabungur siap menyambut investasi dan perkembangan kawasan.Ia memastikan seluruh aspirasi masyarakat yang disampaikan dalam reses akan diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan Kabupaten Bogor Tahun Anggaran 2027.
“Kita ingin pembangunan di Rancabungur benar-benar dirasakan masyarakat. Pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan hidup, hingga ruang terbuka hijau harus berjalan beriringan agar Rancabungur siap menjadi gerbang kawasan strategis nasional,” pungkasnya. (Juna)












