Ketum ISNU : People Power Tidak Berperadaban

oleh -985 views

JAKARTA, Kobrapostonline.com – Demokrasi yang bagus adalah mensyaratkan adanya kematangan budaya politik yang perlu untuk dijaga. Budaya politik yang dimaksud harus diterima oleh siapapun kompetitornya, baik oleh paslon 01 maupun 02. Yang pertama harus ada transfer of power by peace. Demikian dikatakan Ali Masykur Musa di Pendopo Graha Alam Indah, Condet, Jakarta Timur, Sabtu (11/5)

“Jadi demokrasi yang bagus adalah transfer kekuasaan secara damai dan berkeadaban. Jadi kalau ada ajakan people power itu tidak demokratis. People power adalah tidak berperadaban, karena tidak menjawab apa yang disebut dengan demokrasi. Dimana ada kompetisi yang dijalankan secara adil.” jelasnya.

Yang kedua, lanjutnya, demokrasi yang berbudaya dan matang di dalam berkompetisi, harus berdasarkan kepada roll of game. Kalau ada indikasi, siapapun yang mengakui adanya unsur penyimpangan, maka lakukanlah dengan mekanisme hukum.

“Misalnya kalau memang itu pidana pemilu, ya laporkan ke bawaslu. Atau misalkan ada kecurangan kalau itu tindak pidana, tentu di kepolisian dan sebagainya itu syarat kedua roll of game,” ungkapnya.

Yang ketiga, kata Ali, perlu mengusung kebersamaan. Karena siapapun yang menang, bukan sebagai presiden bagi partai yang mendukung. Tapi sudah menjadi presiden rakyat Indonesia.

“Jadi dengan demikian, tidak mungkin siapapun presidennya, dalam hal ini pak Jokowi dan kiai Ma’ruf, akan meninggalkan partai yang lain dan meninggalkan rakyat pendukung pasangannya,” ujarnya.

Terakhir Ali Masykur Musa sebagai ketua umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama sekaligus ketua umum Keluarga Alumni Universitas Jember. Menyampaikan pesan moralnya, semua harus cooling down menuju pengumuman 22 Mei 2019. Dan harus rela siapapun yang akan dilantik pada 20 Oktober 2019 yang akan datang.

(Rangga)

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *