Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Diduga Keracunan MBG, 481 Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Bogor Mengeluh Sakit

×

Diduga Keracunan MBG, 481 Siswa SMPN 1 dan 2 Dramaga Bogor Mengeluh Sakit

Sebarkan artikel ini
481 siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga diduga keracunan MBG di Kabupaten Bogor

BOGOR, Kobra Post Online – Sebanyak 481 siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga, Kabupaten Bogor, dilaporkan mengalami keluhan kesehatan yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk mengantisipasi kondisi lebih lanjut, kedua sekolah tersebut menerapkan pembelajaran jarak jauh selama dua hari, Rabu dan Kamis.

Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi atau Jaro Ade, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Dramaga, turun langsung meninjau penanganan para siswa yang mengalami keluhan kesehatan.

Rudy mendatangi Puskesmas Cangkurawok untuk memastikan kondisi para siswa sekaligus memantau proses penanganan medis terhadap para pelajar yang terdampak.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Bupati Bogor, para siswa mulai mengalami gejala seperti mual, sakit perut, pusing, dan buang air besar berulang kali. Keluhan tersebut dilaporkan muncul setelah para siswa mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan oleh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dramaga 4 di bawah Yayasan Anugerah Berkah Abadi Hasanah (ABAH).

Meski demikian, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami ratusan siswa tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan pengujian sampel makanan di laboratorium.

Bupati Bogor Pantau Penanganan 481 Siswa

481 siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga diduga keracunan MBG di Kabupaten Bogor

Rudy Susmanto mengatakan, terdapat 481 siswa dari kedua sekolah yang mengeluhkan gejala serupa. Para siswa mendapatkan penanganan di Puskesmas Cangkurawok, RS Medika Dramaga, dan RS Karya Bakti Pratiwi (RS KBP).

“Sebanyak 481 orang diduga mengalami keracunan makanan dan langsung mendapatkan penanganan di Puskesmas Cangkurawok, RS Medika Dramaga, dan RS Karya Bakti Pratiwi,” ujar Rudy kepada wartawan.

Namun, ia menegaskan bahwa dugaan keracunan tersebut belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan tim medis diketahui.

“Kita lihat nanti hasil pemeriksaan tim medis,” katanya.

Rudy menjelaskan, sejumlah siswa sempat dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Sementara itu, kondisi siswa yang menjalani perawatan di Puskesmas Cangkurawok dilaporkan membaik dan sebagian di antaranya dipersiapkan untuk pulang.

Berdasarkan data yang disampaikan Bupati Bogor, di RS Karya Bakti Pratiwi terdapat 16 siswa yang dirujuk. Sebanyak tiga siswa masih menjalani perawatan, sedangkan 13 lainnya telah diperbolehkan pulang.

Adapun di RS Medika Dramaga, dari 14 siswa yang dirujuk, satu siswa masih menjalani perawatan medis dan 13 lainnya telah dipulangkan.

Sampel Makanan MBG Diuji di Laboratorium

Untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Polres Bogor telah mengambil sampel makanan untuk diuji di laboratorium.

Rudy berharap hasil pemeriksaan laboratorium dapat segera diketahui sehingga penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa bisa dipastikan.

“Kami bersama Polres Bogor telah mengambil sampel makanan untuk diteliti di laboratorium. Dengan demikian, penyebab kejadian ini bisa diketahui secara pasti,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan, yang telah bergerak cepat membantu penanganan para siswa.

Menurutnya, koordinasi lintas instansi diperlukan agar para siswa yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera memperoleh pelayanan medis sesuai kebutuhan.

SMPN 1 dan 2 Dramaga Terapkan Belajar Jarak Jauh

481 siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga diduga keracunan MBG di Kabupaten Bogor

Sebagai langkah antisipasi, kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga dilaksanakan secara jarak jauh selama dua hari, yakni Rabu dan Kamis.

Rudy mengatakan, kebijakan tersebut diambil agar para siswa memiliki waktu untuk beristirahat sekaligus memulihkan kondisi fisik dan psikologis setelah kejadian tersebut.

Pemerintah Kabupaten Bogor juga memastikan biaya pengobatan para siswa yang mendapatkan pelayanan di puskesmas maupun rumah sakit akan ditanggung pemerintah daerah.

“Seluruh biaya pengobatan di rumah sakit maupun puskesmas ditanggung Pemerintah Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Hingga hasil pemeriksaan laboratorium diumumkan, penyebab pasti keluhan kesehatan yang dialami ratusan siswa SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *