BOGOR, Kobra Post Online – Camat Rancabungur Dita Aprilia turun langsung memimpin aksi Jumat Bersih di kawasan perbatasan Kecamatan Rancabungur dan Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jumat (24/7/2026). Kegiatan yang melibatkan aparatur kecamatan, pemerintah desa, Satpol PP, Linmas, dan pelajar SMK Golden ini menjadi langkah nyata dalam menata kawasan perbatasan sekaligus memerangi persoalan sampah liar yang selama ini merusak keindahan lingkungan.
Dalam aksi tersebut, peserta bergotong royong membersihkan tumpukan sampah, memangkas rumput liar, serta merapikan area sekitar jembatan yang kerap menjadi lokasi pembuangan sampah sembarangan. Penataan ini diharapkan mampu mengubah wajah pintu masuk wilayah Rancabungur menjadi lebih bersih, tertib, dan nyaman dipandang.
Dita Aprilia mengatakan, kegiatan tidak berhenti pada aksi bersih-bersih. Pemerintah Kecamatan Rancabungur akan melanjutkan penataan dengan mengecat railing jembatan menggunakan warna merah putih sebagai simbol semangat kebersamaan sekaligus memperindah kawasan perbatasan.
“Hari ini kami melaksanakan Jumat Bersih bersama Pemerintah Desa Rancabungur di wilayah perbatasan Kecamatan Rancabungur dan Kecamatan Ciampea. Besok, insya Allah, railing jalan akan dicat merah putih. Ini merupakan bagian dari upaya penataan agar kawasan ini lebih bersih, indah, dan nyaman dipandang,” ujar Dita kepada Kobra Post Online.
Ia menambahkan, penataan juga akan dilakukan pada batas wilayah Kecamatan Rancabungur dengan Kecamatan Kemang sehingga seluruh kawasan perbatasan memiliki wajah baru yang lebih rapi dan representatif.
“Insya Allah minggu depan masyarakat sudah bisa melihat perubahannya. Kawasan ini akan terlihat jauh lebih rapi dan menjadi kebanggaan bersama,” katanya.

Baca juga: Satpol PP Kecamatan Rancabungur Cek Pembongkaran Mandiri Bangunan Liar, 132 Bangunan di Empat Desa Telah Didata
Jembatan Masih Jadi Sasaran Pembuangan Sampah Liar
Menurut Dita, area jembatan di perbatasan tersebut selama ini kerap menjadi sasaran pembuangan sampah liar karena lokasinya relatif sepi dan jauh dari permukiman warga.
Meski demikian, upaya yang dilakukan pemerintah melalui pembersihan rutin, pemasangan spanduk larangan, serta edukasi kepada masyarakat mulai menunjukkan hasil yang positif.
“Alhamdulillah kuantitas sampah sudah mengalami penurunan. Kalau sebelumnya cukup banyak, sekarang rata-rata hanya sekitar satu karung per hari dan masih bisa ditangani oleh teman-teman Linmas desa,” ungkapnya.
Camat Ajak Warga Hidupkan Kembali Budaya Gotong Royong
Pada kesempatan itu, Dita juga mengajak masyarakat untuk kembali menghidupkan budaya gotong royong yang dinilai mulai memudar. Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
“Saya mengimbau masyarakat agar jangan hanya menjadi penonton. Jumlah petugas pemerintah sangat terbatas, sementara masyarakat jauh lebih banyak. Jika budaya gotong royong kembali dihidupkan, pekerjaan akan menjadi lebih ringan dan lingkungan akan tetap bersih,” tegasnya.

Baca juga: Reses DPRD Kabupaten Bogor di Rancabungur, Pembangunan SMPN 2 hingga Fasilitas Kesehatan Jadi Prioritas Utama
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan. Menurutnya, sistem pengelolaan sampah di setiap desa telah berjalan, baik melalui pengangkutan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun melalui pengelolaan mandiri di masing-masing wilayah.
“Mari bersama-sama menjaga lingkungan. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi kewajiban seluruh masyarakat. Dengan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata, kualitas hidup masyarakat pun akan semakin baik,” pungkas Dita. (Juna)












