Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

SDN Gunung Batu 1 Tutup MPLS Ramah 2026 dengan Demo 12 Ekstrakurikuler, Santunan 25 Anak Yatim, dan Komitmen Cetak Siswa Berprestasi

10
×

SDN Gunung Batu 1 Tutup MPLS Ramah 2026 dengan Demo 12 Ekstrakurikuler, Santunan 25 Anak Yatim, dan Komitmen Cetak Siswa Berprestasi

Sebarkan artikel ini
Penutupan MPLS Ramah SDN Gunung Batu 1. (Foto: Dok. Juna).

BOGOR, Kobra Post Online – SDN Gunung Batu 1, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, resmi menutup rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027 dengan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif. Penutupan berlangsung meriah melalui demonstrasi 12 ekstrakurikuler, santunan kepada 25 anak yatim, penyerahan pohon, serta pelepasan tanda peserta MPLS sebagai simbol dimulainya perjalanan belajar para siswa di lingkungan sekolah.

Mengusung tema “MPLS Berkesan, Sekolah Jadi Nyaman, Belajar Menyenangkan, Prestasi Gemilang”, kegiatan ini menjadi puncak pelaksanaan MPLS yang tidak hanya memperkenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menanamkan nilai karakter, kepedulian sosial, cinta lingkungan, serta semangat berprestasi sejak dini.

Antusiasme terlihat dari ratusan siswa dan orang tua yang memadati halaman sekolah untuk menyaksikan penampilan berbagai ekstrakurikuler. Sebanyak 12 kegiatan ditampilkan, yakni menyanyi, dokter kecil (dokcil), tari, BTQ, marawis, silat, pramuka, karate, angklung, handball, futsal, dan renang. Penampilan tersebut menjadi ajang pengenalan bagi peserta didik baru agar dapat memilih kegiatan sesuai minat dan bakatnya.

Kepala SDN Gunung Batu 1, Wulan Ratna Ningrum, mengatakan, sekolah terus berupaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan, salah satunya dengan menambah pilihan kegiatan ekstrakurikuler. Tahun ini, sekolah menghadirkan dua ekstrakurikuler baru, yaitu angklung dan handball, sebagai bentuk respons terhadap aspirasi orang tua sekaligus upaya memperluas ruang pengembangan potensi siswa.

“Sebelumnya ekstrakurikuler kami belum sebanyak sekarang. Tahun ini kami menambah angklung dan handball sehingga pilihan anak-anak semakin beragam. Harapannya mereka bisa mengembangkan minat dan bakatnya, sekaligus meraih prestasi yang membanggakan,” ujar Wulan kepada Kobra Post Online, Rabu (22/7).

Kepala SDN Gunung Batu 1, Wulan Ratna Ningrum, bersama siswa kelas I.
Baca juga: 109 Siswa SDN Gunung Batu 1 Lulus, Pelepasan Balon dan Merpati Warnai Momen Haru Generasi Emas Kota Bogor

Menurutnya, pembinaan ekstrakurikuler menjadi salah satu strategi sekolah dalam membentuk karakter, meningkatkan rasa percaya diri, sekaligus melahirkan generasi yang mampu berprestasi di tingkat daerah hingga nasional.

Ia mengungkapkan, cabang olahraga renang telah lebih dahulu menorehkan prestasi dengan mewakili Kota Bogor pada ajang tingkat Provinsi Jawa Barat yang digelar pada 7 Juli 2026.

“Harapan kami, ke depan bukan hanya renang yang mampu menembus tingkat provinsi. Seluruh ekstrakurikuler juga diharapkan dapat melahirkan prestasi dan membawa nama baik SDN Gunung Batu 1 di berbagai kompetisi,” tambahnya.

Selain menonjolkan prestasi, penutupan MPLS juga diisi kegiatan sosial melalui pemberian santunan kepada 25 anak yatim dari kelas I hingga VI. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara komite sekolah dan orang tua murid yang secara sukarela menghimpun bantuan.

“Santunan ini merupakan inisiatif komite bersama orang tua siswa. Sekolah hanya menyalurkan amanah kepada anak-anak yang berhak menerima. Semoga kegiatan ini dapat menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi di lingkungan sekolah,” jelas Wulan.

Santunan anak yatim.
Baca juga: Meriah dan Penuh Makna, SDN Gunung Batu 1 Tutup Sanlat Ramadan dengan Lomba Islami dan Santunan 31 Anak Yatim

Sebagai bagian dari pendidikan karakter, sekolah juga menyerahkan bibit pohon sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan serta komitmen menanamkan budaya cinta alam kepada peserta didik sejak usia dini.

Acara kemudian ditutup dengan pelepasan tanda peserta MPLS yang menandai berakhirnya masa pengenalan lingkungan sekolah sekaligus dimulainya kegiatan belajar mengajar secara penuh.

Selama pelaksanaan MPLS Ramah, siswa kelas I dibekali pengenalan lingkungan sekolah, ruang belajar, tata tertib, guru, tenaga kependidikan, hingga adaptasi dengan teman baru agar proses transisi ke jenjang sekolah dasar berlangsung nyaman, aman, dan menyenangkan.

Sementara itu, siswa kelas II hingga VI mengikuti kegiatan penguatan karakter melalui penyusunan kesepakatan kelas, pembentukan organisasi kelas, pembiasaan budaya sekolah ramah anak, serta edukasi pencegahan perundungan (bullying) untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.

Demonstrasi ekstrakurikuler.

Melalui pelaksanaan MPLS Ramah Tahun Ajaran 2026/2027, SDN Gunung Batu 1 menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang berkualitas dengan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, sekaligus mampu melahirkan generasi yang berkarakter, peduli, berprestasi, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Juna)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *