Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Masjid Agung Diresmikan, Telan Anggaran Rp 113,3 Miliar

248
×

Masjid Agung Diresmikan, Telan Anggaran Rp 113,3 Miliar

Sebarkan artikel ini
Masjid Agung Kota Bogor.

BOGOR, Kobra Post Online – Setelah direvitalisasi selama tujuh tahun, akhirnya Masjid Agung di Jalan Dewi Sartika, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, diresmikan Wali Kota Bogor, Bima Arya pada Kamis (28/3).

Bima Arya menjelaskan, masjid ini pertama kali dibangun pada tahun 1987. Karena dorongan ingin memiliki masjid megah di pusat kota, dan berdampingan dengan rumah ibadah lain, yakni Gereja Katedral dan Zebaoth.

Masjid Agung Kota Bogor, menurut Bima, lokasinya strategis, karena berdekatan dengan alun-alun atau dulunya Taman Topi dan pasar. Karena kebutuhan jamaah meningkat, pada tahun 2016 masjid ini mulai dibangun.

“Pembangunan masjid ini selama tujuh tahun penuh dengan dinamika ada catatan. Ada yang tidak amanah, sesuai aturan dan norma. Insya Allah jadi bagi pembelajaran kita semua,” ujarnya.

Bima menyebut selama tujuh tahun revitalisasi, Masjid Agung menggunakan anggaran sebesar Rp 113,3 miliar.

“Saya berharap masjid ini bisa memberikan keberkahan bagi warga Kota Bogor. Tentunya ini bukan soal keinginan punya masjid yang megah dan bagus, tapi punya masjid yang makmur dan penuh makna,” ucapnya.

Baca juga: Lewat Tarling, Pemkab Bogor Berikan Bantuan Rp 10 Juta

Lanjut Bima, Masjid Agung Kota Bogor dikelilingi oleh pusat kegiatan masyarakat. Mulai dari alun-alun, Pasar Kebon Kembang, hingga Stasiun Bogor.

“Kami berharap masjid ini tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi pusat pemberdayaan umat secara ekonomi, pusat kegiatan sosial dan pusat peradaban. Masjid ini akan memberikan manfaat dan berkah bagi warga sekitar dan Kota Bogor,” harapnya.

Apalagi sambungnya, masjid ini bisa menjadi tempat berkumpul yang nyaman tidak hanya untuk para ulama. Tapi juga antara ulama, umara, dan pemimpin kota, sehingga bisa menjadi kawah Candradimuka bagi pemimpin di masa depan.

“Di masjid inilah terjadi dialektika, diskusi, pengajian dan hal-hal yang memberikan pencerahan bagi anak muda yang Islami dan Qurani,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *