Kondisi Plafon Kian Mengkhawatirkan, SDN Bantarkambing 03 Menanti Perhatian Pemkab Bogor

Kondisi plafon teras kelas SDN Bantarkambing 03. (Foto: Dok. Juna).

BOGOR, Kobra Post Online – Plafon Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bantarkambing 03, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, kian mengkhawatirkan.

Pantauan Kobra Post Online di sekolah, terlihat plafon teras ruang kelas nampak telah berjatuhan. Hal itu disebabkan lapuknya material kayu rangka plafon.

Kepala SDN Bantarkambing 03, Dr. Nina Krisna Ramdhani, mengatakan bahwa pihaknya telah melaporkan segala kerusakan-kerusakan kepada pemerintah desa dan kecamatan. 

Menurutnya, dengan kondisi menghawatirkan tersebut, sekolah menanti perhatian dan sentuhan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor terhadap plafon teras dan ruang kelas.

“Mulai dari kelas 1 hingga 6 itu kami laporkan rusak sedang, begitupun penginputan di Dapodik. Karena di bagian luar atap teras kelas itu semuanya rontok, kayunya sudah lapuk. Sempat ada anak-anak sedang bermain di teras kelas plafonnya jatuh, beruntungnya tidak mengenai kepala anak,” kata Dr. Nina kepada Kobra Post Online di ruang kerjanya, Jumat (9/11).

Kepala SDN Bantarkambing 03, Dr. Nina Krisna Ramdhani.
Baca juga: Rumah Warga Kampung Karacak RT 02 RW 07 Ambruk, Kades Rancabungur: Sudah Masuk Database Rutilahu

Selain itu, sambung Dr. Nina, kondisi seluruh ruang kelas pun mengalami kebocoran jika hujan tiba. “Ya, semuanya bocor kalau keadaan sedang hujan. Jadi anak-anak belajar tidak akan kondusif. Sedangkan jumlah murid di sekolah kami ada 224,” ujarnya.

Dr. Nina berharap, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor agar dapat memberikan bantuan rehabilitasi ruang kelas SDN Bantarkambing 03. “Dengan rehab, siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan aman dan nyaman,” harapnya.

Baca juga: Kondisi Rusak, Perpustakaan SDN Margacinta 02 Perlu Sentuhan Pemkab Bogor

Melihat kondisi SDN Bantarkambing 03, Kepala Seksi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Rancabungur, Moch. Suryana, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengusulkan perbaikan atau rehabilitasi di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan pada Februari mendatang.

“Mudah-mudahan nantinya dapat direalisasikan, saya melihat kondisinya mengkhawatirkan,” ucapnya.