Scroll untuk baca artikel
Info Bogor

Bogor Barat Wilayah Pertama Go-Roasting di Kota Bogor

1404
×

Bogor Barat Wilayah Pertama Go-Roasting di Kota Bogor

Sebarkan artikel ini
barat.
Bantuan dana CSR dari pihak swasta untuk membangun septic tank untuk wilayah Bogor Barat dan Bogor Selatan sebesar Rp28 juta. (Foto: Dok. Yaso-kobrapostonline.com).

BOGOR, Kobra Post Online – Institut Pertanian Bogor (IPB) University bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Agrianita IPB me-launching gerakan sosial IPB peduli stunting dalam program Go-Roasting (Gotong Royong Atasi Stunting Kota Bogor) di wilayah Kecamatan Bogor Barat.

Launching berlangsung di Aula Masjid Al-Iman, Kelurahan Sindangbarang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jumat (26/5) kemarin.

Kecamatan Bogor Barat menjadi wilayah pertama diterapkannya program Go-Roasting yang merupakan upaya pentahelix untuk penanganan stunting dan pencegahan stunting di lima kelurahan. Program  ini akan berlanjut ke tingkat kota yang diharapkan juga bisa diterapkan ditingkat nasional.

Dekan Fakultas ekologi Manusia, Sofyan Sjaf mengatakan, stunting ini dalam keilmuan masuk dalam ketahanan keluarga yang sudah dibedah, dianalisis melalui riset, baik penanganannya maupun pencegahannya.

“Riset dan analisis merupakan fungsi pendidikannya melalui penelitian sudah dilaksanakan IPB dan hari ini adalah fungsi pengabdian. Jadi ini merupakan tri dharma perguruan tinggi bersama pengabdian yang kemudian didorong agar bersama masyarakat kita mengantisipasi persoalan stunting. Mudah-mudahan program ini juga bisa terus berlanjut hingga Go Nasional,” katanya.

Baca juga: Entaskan Stunting, Bagi-bagi Telur Hingga Gaet Orang Tua Asuh

Ia berharap persoalan stunting ini bisa turun signifikan dan tidak terjadi kasus baru melalui penanganan dan pendekatan yang dilakukan secara sains.

Ketua Departemen IKK IPB University, Tin Herawati yang juga Koordinator IPB Peduli Stunting mengatakan, kegiatan Go-Roasting ini meliputi kegiatan refreshing bagi para kader, edukasi keluarga, pemberian makanan tambahan, dan dapur peduli keluarga.

Refreshing bagi para kader ini lanjut Tin, merupakan kegiatan untuk meningkatkan keterampilan para kader dan Bunda peduli stunting tingkat kelurahan dalam mengukur tinggi dan berat badan balita agar lebih akurat dan tervalidasi.

“Untuk edukasi keluarga ini dilakukan karena mengingat sebagian 70 persen ibu dengan kondisi anak stunting itu ada di lingkaran kurangnya pengetahuan yang belum memadai dalam mengasuh anak. Makanya kita memberikan pembekalan atau edukasi,” katanya.

Baca juga: 2.001 Anak di Kota Bogor Rawan Stunting

Untuk pemberian makanan tambahan lanjut Tin, Pemkot Bogor melalui berbagai gerakan baik dalam program Pemkot Penting Lur yakni gerakan ASN peduli stunting dengan berbagi satu setengah kilogram telur ataupun makanan tambahan dari Dinas Kesehatan dan Dalduk KB dan dinas lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *